Gempa di Sigi ‘Paksa’ Kelahiran Gempita

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Kamis 4 oktober 2018, seminggu pasca gempa dan tsunami melanda, juga saat sedang terjadi gempa susulan menjelang maghrib, jerit tangis seorang bayi mungil mewarnai kepanikan.

Gempa bumi yang menimpa sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah menyisakan kisah-kisah unik dan menarik, salah satunya kelahiran Siti Nur Khumairah yang saat ditemui baru berusia tiga minggu.

Yang menarik adalah nama tersebut diberikan langsung oleh seorang relawan pasca melahirkan, namun oleh warga sekitar bayi mungil ini biasa dipanggil Gempita, dikarenakan lahir saat sedang terjadi gempa.

Lahir ‘Dipaksa’ Gempa

Tubuh Gempita sangat mungil karena lahir dalam keadaan prematur dengan usia kandungan ibunya baru menginjak tujuh bulan.

Gempita dipaksa merasakan fananya dunia setelah sang ibu Nidar (34) beberapa kali terjatuh saat ingin menyelamatkan diri.

Nidar menceritakan dirinya sedang istirahat didalam rumah, kemudian getaran besar terjadi dan seketika Ia berusaha menyelamatkan diri.

Keberuntungan Ayah Gempita

Sementara Zulfiadi, suami Nidar yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai buruh bangunan merasa sangat beruntung karena sedang tidak bekerja saat gempa besar terjadi.

“Beruntung kami selalu libur bekerja setiap hari Jumat, teman-teman selamat, namun pemilik rumah yang sedang kami renovasi tidak ada yang selamat,” jelas Zulfiadi.

Kelahiran Gempita

Kondisi saat proses kelahiran Gempita pun sangat menegangkan, sesaat setelah beberapa kali sang ibu terjatuh, ia merasakan bayinya meronta ingin keluar.

Hanya berbekal senter dan api unggun, mengingat listrik masih padam dan akses jalan masih terputus, sang ayah zulfiadi dibantu dua teman lelakinya berusaha sekuat tenaga menyelamatkan istri dan bayinya.

“Akhirnya setelah tiga jam berkutat dengan banyak darah, bayinya pun lahir tepat pukul 22.00 WITA,” ujar Zulfiadi saat ditemui Lampung.co, Jum’at (26/10/2018).

Gempita Saat Ini

Hingga hari ini Gempita terus tumbuh menjadi bayi yang sehat, namun kebutuhannya masih terbatas dan masih bergantung dengan bantuan dari para relawan.

Saat ini, keluarga Gempita tinggal diwilayah pengungsian desa Balohase, kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Selatan. (kno)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer