fbpx
Connect with us

Berita

Garuda Muda Gagal Menang

Published

on

Lampung.co – Menghadapi Thailand di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/05/2018) semalam, Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 gagal meraih kemenangan. Garuda muda harus mengikhlaskan kekalahan 1-2 dihadapan pendukunganya sendiri.

Laga semalam, menjadi salah satu catatan buruk dari laga-laga sebelumnya yang dijalani Awan Seto dan kawan-kawan. Pada ajang sebelumya, di PSSI Anniversary Cup 2018, pasukan Luis Milla pada tiga laga beruntun tanpa mencetak gol.

Saat itu, Timnas U-23 menghadapi Bahrain, Korea Utara, dan Uzebkistan. Kini saat berhasil mencatatkan skor dan mengakhiri paceklik gol, justru pasukan muda Indonesia menelan kekalahan.

Di partai selanjutnya, saat akan kembali menjajal kekuatan Thailand pada Minggu (3/06/2018) di Stadion Pakansari, kemenangan pun menjadi harga mati bagi Luis Milla dan pasukannya.

Ini ajang pembuktian balas dendam, bahwa Indonesia masih patut diperhitungkan dalam setiap laga sepakbola, meski laga uji coba.

Dalam pertandingan semalam, Indonesia sebenarnya bermain dominan, penguasaan bola yang masih bisa dibilang baik dalam lima menit pertama.

Serangan terus dibangun dari berbagai sektor sisi lapangan. Umpan manja pun melesat, dilepaskan, dari sisi kanan serangan.

Bahkan, di menit ke-8, Febri Hariyadi sempat membuat lini belakang Thailand ketakutan. Hanya saja tendangan kerasnya dari luar kotak penalti yang dilesatkan masih melenceng di sisi kanan gawang Thailand.

Alhasil Kiper Thailand Kwanchai Suklom, masih tetap aman, tenang dan terus mengikuti rima lesatan para ujung tombak Indonesia.

Waktu masih berjalan semenit (menit ke-9), setelah lesatan Febri, peluang emas kembali didapatkan. Kali ini serangan dari sisi kiri, Osvaldo Haay yang tengah berdiri bebas itu melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti.

Hanya saja, memang sepakan Osvaldo belum membuahkan hasil. Bola yang dilesatkannya masih membentur pemain Thailand dan menghasilkan sepak pojok.

Di menit ke-10, Thailand bisa lepas dari tekanan sang garuda. Pasukan gajah putih ini justru membalikan ancaman. Jual beli serangan pun terjadi.

Skuat U-23 Indonesia tak mau menyerah. Sebagai tuan rumah, para pemain kebanggaan republik ini terus melawan. Para pemain terus berupaya sampai akhirnya kembali mendapatkan peluang emas di menit ke-18.

Namun, meski berhasil menerima umpan terobosan, tendangan Febri justru masih mampu diblok kiper Thailand.

Sama dengan yang didapatkan Osvaldo. Peluang pada menit ke-19 hasil kerja sama dengan Alberto Goncalves, pemain Persebaya Surabaya itu gagal memanfaatkan kesempatan.

Dua menit kemudian, umpan silang Beto nyaris dikonversi Febri jadi gol andai tendangannya tak melenceng. Begitu juga Thailand, peluang di menit ke 26 masih jauh dari penjagaan Awan Seto.

Lagi, Febri menerima peluang untuk merubah skor di menit ke-35. Diawali dari kesalahan pemain Thailand dalam mengoper, pemain muda Persib Bandung itu menerima bola dalam posisi tak terkawal, sayang tendangannya melenceng ke atas gawang.

Skor hingga turun minum pun tak berubah. Masih 0-0.

Sementara di babak kedua, Indonesia pada menit ke-48 berhasil pecahkan kebuntuan. Septian David Maulana membawa Indonesia unggul 1-0 setelah sukses mengkonversi umpan Beto di menit ke-48.

Ia tak kesulitan menaklukkan kiper Thailand, Kwanchai Suklom. Namun gol Septian tak berlangsung lama. Pada menit ke -53, Thailand menyamakan skor.

Igbonefo sang pemain naturalisasi yang pernah bermain di klub Thailand diharapkan bisa menjaga pertahanan Indonesia justru melakukan kesalahan.

Kesalahan dalam mengantisipasi bola yang berujung tendangan Settawut Wongsai yang juga sempat mengenai badannya hingga berubah arah.

Pada menit ke-61 sebenarnya Indonesia bisa unggul. Umpan silang Febri yang gagal diamankan pemain Thailand, tidak termanfaatkan dengan baik oleh Beto.

Tendangan pemain Siriwjaya FC ini kurang bertenaga. Sehingga laju bola masih bisa dibuang oleh pemain tim Negeri Gajah Putih.

Di menit ke-80 Riko Simanjutak pun masuk menggantikan Osvaldo. Permainan Indonesia mulai terbuka. Namun peluang demi peluang tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.

Selain itu, Lerby Eliandry yang menggantikan Beto sebenarnya punya peluang di depan kotak penalti Thailand. Tapi tak dapat dieksekusinya dengan baik, tendangan kerasnya masih melambung di atas gawang Thailand.

Justru malapetaka kekalahan Timnas U-23 hadir di menit ke-89. Indonesia kecolongan gol lewat serangan balik. Tanasith Sripala yang berlari sendirian di sisi kanan sukses mempecundangi kiper Awan Setho dengan tendangan keras yang menghujam sudut kanan gawang Indonesia.

Keunggulan 2-1 Thailand bertahan hingga laga bubar.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23:

Awan Setho; I Putu Gede Juniantara, Victor Igbonefo, Bagas Adi Nugroho, Ricky Fajrin, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Alberto Goncalves

Cadangan:

Teja Paku Alam, Muhammad Ridho, Andy Setyo, Lerby Eliandry, Saddil Ramdani, Gavin Kwan, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Hansamu Yama, Rezaldi Hehanusa

Pelatih: Luis Milla Aspas

Thailand U-23:

Kwanchai Suklom, Apisit Sorada, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa, Ekanit Panya, Worawut Namvech, Sansern Limwatthana, Picha Au-Tra, Phittiwat Sookitthammakul, Poramet Arjvilai

Cadangan:

Anusit Termme, Nont Muangnam, Suriya Singmui, Peerawat Akkratum, Sorawit Panthong, Ratchanat Arunyapairot, Tanasith Siripala, Chatchai Saengdao, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Settawut Songsai, Reungyos Janchaichit

Pelatih: Worrawoot Srimaka. (*)

167 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Kronologi Kecelakaan di Jalan Tol Lampung dan Identitas Seluruh Korban

Published

on

Kecelakaan di Jalan Tol Lampung

Lampung.co – Terjadi sebuah kecelakaan maut di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar KM 96, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10/2019).

Peristiwa tersebut terjadi setelah sebuah mobil sedan menabrak truk hingga terbakar. Diduga sopir mobil yang memuat enam penumpang itu mengantuk sebelum menabrak truk.

Akibat kejadian naas itu, empat orang bernama Mikail (7), Kris (42), Hadi Prayitno (40) dan Elisabet Yora (37) tewas di tempat. Sementara dua lainnya Vania (2) dan Pricilia (9) mengalami luka-luka.

Empat orang korban yang meninggal dunia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan dua korban yang luka-luka lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro.

Sementara itu, sopir truk bernama Dani Ismanto yang merupakan Warga Kota Baru Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah saat ini juga sedang diminta keterangan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara bersama pihak pengelola jalan tol,” jelas Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syahran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut bermula saat kendaraan sedan melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bakauheni, Lampung Selatan.

Kemudian, setibanya di lokasi kejadian KM 96 mobil melaju ke jalur lambat lalu menabrak bagian truk yang berada di depannya hingga terbakar. (*)

22,735 kali dilihat, 22,735 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

KPK Minta Polri Ungkap Aktor Intelektual Penyerang Novel Baswedan

Published

on

Febri Diansyah

Lampung.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Namun hingga masa tenggat waktu hari ini, Sabtu (19/10/2019), Polri belum juga memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus yang menimpa salah satu penyidik KPK itu.

Oleh karena itu, melalui juru bicara Febri Diansyah, KPK pun menagih janjinya kepada Polri untuk mengungkap serangan selepas shalat subuh yang membuat mata kiri Novel nyaris buta.

“Jadi bagi KPK, ditemukannya pelaku penyerangan itu adalah harapan yang masih terus kita harapkan sampai saat ini,” kata Febri di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/10/2019) malam.

Lebih lanjut Febri juga meminta agar kepolisian juga mengungkap tidak hanya pelaku penyerangan terhadap Novel. Namun juga aktor intelektual yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kan presiden bilang memberikan waktu 3 bulan. Kami yakin Polri akan memberikan perkembangan pada presiden terkait penanganan perkara tersebut,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut Febri juga meminta agar kepolisian juga mengungkap tidak hanya pelaku penyerangan terhadap Novel. Namun juga aktor intelektualnya.

Febri kemudian mengingatkan jangan sampai ada pihak yang hendak melawan hukum dan berpikir tidak akan ditindak. Menurutnya, kasus Novel akan menjadi contoh bagi bagi para penegak hukum.

“Jangan sampai kemudian para pihak lain yang mencoba menyerang penegak hukum merasa bahwa ia tidak akan diproses secara hukum,” ucapnya.

Karena, lanjutnya, serangan terhadap pegawai KPK bukan hanya pada Novel, ada penyidik lain yang pernah diserang, seperti mobilnya ditaro air keras.

“Ada juga bom molotov yang dilempar ke rumah salah satu pimpinan dan tas yang diduga fake bomb di rumah ketua KPK,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, penyerangan Novel diduga terkait kasus dokumen buku merah yang di dalamnya ada nama Tito sebagai penerima aliran uang dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.

Sebelum terjadi pristiwa penyiraman air keras, pada 4 April 2017 Novel menemui Kapolri Tito Karnavian di rumah dinasnya menjelaskan posisi KPK dalam kasus tersebut. Simak video berikut:

Empat hari sebelum Novel Baswedan diserang juga, terjadi perusakan barang bukti buku merah di ruang kolaborasi lantai 9 gedung KPK oleh dua penyidik KPK dari kepolisian yakni Harun dan Roland Ronaldy.

Aksi keduanya itu terekam CCTV, namun kasus perusakan buku merah ini sampai sekarang tidak pernah dibongkar. Hasil penyidikan polisi menyatakan bahwa kedua pelaku dinyatakan tak bersalah.

Alih-alih mendapatkan sanksi dari Mabes Polri, mereka justru mendapat promosi. Roland Ronaldy naik jabatan menjadi Kapolres Cirebon Kota dan Harun diberi kesempatan untuk sekolah. (*)

6,275 kali dilihat, 6,275 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 19 Oktober 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 19 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB hingga 20 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 23,0 °C – 35,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 °C – 32,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 40% – 90%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 50% – 95%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan. Berpotensi terjadi hujan lokal di wilayah Lamteng, Lambar, Metro, Lampura, Way Kanan.

Malam hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan

Dini hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

WARNING:
Nihil

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

271,375 kali dilihat, 6,090 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca