Etnis Uighur Dilarang Ibadah, Masyarakat Indonesia Suarakan Dukungan

Tim Redaksi

Lampung.co – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Semarang menggelar aksi damai menyuarakan dukungan kepada etnis Uighur yang berada di Provinsi Xinjiang, Cina, Jumat (20/12/2019).

Seperti informasi dan fakta yang diungkap berbagai media, bahwa etnis Uighur telah bertahun-tahun mengalami penindasan serta diskriminasi yang tidak adil dari pemerintah setempat.

Massa aksi yang berjumlah sekitar sekitar 500 orang itu berbaris rapi memadati gerbang area kantor Gubernur Jawa Tengah. Salah satu oratornya Hamas Rausyanfikr dari Forum Masyarakat Semarang.

“Kita memang tidak bisa datang menemui mereka, kita tidak bisa menjabat tangan saudara Uighur. Namun, doa kita di sini akan menjadi energi terhebat bagai saudara teraniaya,” pekik Hamas.

Masalah Uighur, lanjutnya, adalah masalah kemanusiaan. Kebebasan beragama mereka dirampas. Bukankah HAM masyarakat Uighur sudah dilanggar?

“Maka sudah sepantasnya pemerintah dan masyarakat dunia peduli akan nasib mereka,” imbuh Hamas dikutip dari ACTNews.

Diketahui, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis minoritas China dari Asia Tengah yang berbahasa Turki, Uighur belum juga usai hingga saat ini.

Menurut Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur Seyit Tumturk, Muslim Uighur yang tinggal di wilayah Provinsi Xinjiang China itu tidak mendapatkan kebebasan dalam beragama.

Dia mengatakan, kita harus bersyukur, di Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan bebas tidak seperti yang dialami 35 juta jiwa saudara muslim yang ada di Uighur.

“Disana kita dilarang sholat, zakat dan berpuasa,” ujarnya saat meresmikan Masjid Persahabatan Indonesia dan Turkistan Timur bersama ACT di Lampung Selatan, Rabu (27/11/2019) lalu. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer