fbpx
Connect with us

Ekonomi

Ruang Gerak Rupiah Dipengaruhi Perkembangan Ekonomi Global

Published

on

Nilai Tukar Rupiah

Lampung.co – Penurunan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu dinilai lantaran faktor eksternal, seperti perekonomian global. Sebab, ekonomi nasional masih dianggap relatif sehat.

Andry Asmoro, Ekonom Senior Bank Mandiri mengatakan, setiap penurunan pertumbuhan ekonomi di China sebesar 0,1 persen, maka dampaknya untuk Indonesia mencapai 0,11 persen.

Sementara, ekonomi Indonesia bakal terkena dampak sebesar 0,5 persen dari setiap penurunan ekonomi Amerika Serikat (AS) sebesar 0,1 persen.

Ia menjelaskan, Bank Dunia sendiri memprediksi ekonomi China pada tahun ini anjlok menjadi 6,5 persen dari tahun sebelumnya, yakni 6,7 persen. Bank Dunia bahkan menganggal ekonomi China kian susut pada 2018 nanti menjadi 6,3 persen.

Sementara, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,1 persen hingga akhir tahun ini dan semakin meningkat tahun depan menjadi 5,3 persen.

“Jadi, kalau waktu itu sempat (hampir) Rp13.600 per dolar AS, indikator utamanya kepada faktor eksternal, inflasi domestik September cukup baik 0,13 persen,” katanya, Rabu (4/10) seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Apabila diperhatikan, nilai tukar rupiah memang sempat menyentuh Rp13.542 per dolar AS pada Selasa (3/10) lalu. Sebelum itu, nilai tukar rupiah memang terlihat melemah pada minggu terakhir September.

Rinciannya, pada 25 September 2017 nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp13.325 per dolar AS. Angka tersebut terus melemah hingga ke level Rp13.515 per dolar AS pada 28 September 2017.

Namun begitu, pergerakan nilai tukar rupiah kembali menguat 65 poin atau 0,48 persen pada perdagangan kemarin, Rabu (4/10) lalu, sehingga kembali ke level Rp13.477 per dolar AS.

Karena itu, Andry mengatakan, belum akan merevisi target pencapaian nilai tukar rupiah hingga pengujung tahun ini. Bank Mandiri masih menargetkan nilai di level Rp13.400 per dolar AS.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia kini lebih dipengaruhi oleh AS dibandingkan waktu sebelumnya yang lebih dipengaruhi oleh China dan India. Sementara, Bank Dunia memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi AS cenderung stagnan.

“Mungkin ini yang menimbulkan pasar bereaksi, lalu juga kebijakan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Jadi, mungkin kenaikan suku bunga The Fed akan tertahan sampai dengan 2018,” tutup Andry.(Erwin/cnnindonesia.com)

 2,852 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Permintaan Akan Produk Halal di Indonesia Meningkat, Kecuali Perbankan

Faktanya tingkat pelayanan dan reputasi lembaga keuangan menjadi pertimbangan utama, diikuti kemudahan penggunaan bahkan tingkat suku bunga juga jadi pertimbangan.

 9,923 kali dilihat,  21 kali dilihat hari ini

Published

on

Bank Syariah Indonesia
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (BSI) | Foto: Ist.

Lampung.co – Generasi Muslim Indonesia masa kini menjalani kehidupan yang sangat berbeda dibanding pendahulunya. Hal ini dipengaruhi oleh dua hal: kepercayaan pada agama dan gaya hidup konsumerisme yang erat dengan budaya barat berkat teknologi yang sudah memasyarakat.

Wunderman Thompson Intelligence, bekerja sama dengan Muslim Intel Lab VMLY&R Malaysia, meluncurkan laporan The New Muslim Consumer, sebuah penelitian mengenai identitas dan kehidupan 250 juta masyarakat Muslim di Asia Tenggara.

Laporan ini memperlihatkan perubahan masyarakat Muslim yang dipengaruhi oleh konsumerisme, dari makanan—terutama menghindari daging babi dan alkohol— fesyen, perbankan, wisata, sampai dengan pendidikan, pengeluaran pribadi, investasi, atau sumbangan.

Bagi pasar Indonesia, laporan ini mengungkap kebiasaan baru dari konsumerisme Muslim. Saat ini, Indonesia menempati urutan keempat pasar produk syariah terbesar setelah Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berdasarkan Indikator Ekonomi Islam Global DinarStandard.

“Indonesia bukan saja pasar Muslim, tetapi juga panggung dan sumber tren terbaru,” kata Chief Strategy Officer di Wunderman Thompson Indonesia, Adam Thurland dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Jumat (18/11/2022).

Dia menambahkan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar namun bersatu dalam keragamannya, Indonesia dapat menginspirasi negara lain dalam hal keseimbangan iman dan gaya hidup pada abad ke-21.

Melalui survei ini, ditemukan bahwa permintaan akan gaya hidup halal bagi Konsumen Muslim semakin meningkat. Pertimbangan produk halal sangat penting jauh lebih penting dari pada harga, kualitas dan dampak bagi bumi atau lingkungan.

Tapi tidak untuk layanan perbankan, meski bank syariah juga penting tapi masih belum menjadi prioritas. Faktanya tingkat pelayanan dan reputasi lembaga keuangan menjadi pertimbangan utama, diikuti kemudahan penggunaan bahkan tingkat suku bunga turut jadi pertimbangan.

“Sebanyak 68% mengatakan tingkat pelayanan dan reputasi lembaga keuangan menjadi pertimbangan utama, diikuti oleh 65% pada kemudahan penggunaan aplikasi atau mobile website, sementara 57% percaya bahwa tingkat bunga atau laba atas investasi sangat penting,” Adam Thurland.

“Keyakinan religius saat ini menjadi salah satu parameter dalam keputusan pembelian, tapi tidak semua hal membutuhkan cap halal,” ungkap Chen May Yee, Direktur APAC untuk Wunderman Thompson Intelligence. (*)

 9,924 kali dilihat,  22 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Ratusan Mahasiswa Jadi Korban Pinjaman Online, Ini Tips Hindari Jeratan Pinjol

“Total uang, dugaan para korban yang tertipu, sebesar Rp 2,1 miliar dari 311 orang korban ini,” ungkap Wakapolresta Bogor AKBP Ferdy Irawan.

 11,846 kali dilihat,  21 kali dilihat hari ini

Published

on

Pinjaman Online
Ilustrasi Pinjaman Online | Foto: Ist.

Lampung.co – Keberadaan pinjaman online (Pinjol) awalnya memang menggembirakan, karena berbeda dari pinjaman bank. Namun, lama-lama Pinjol justru membuat para debiturnya mengalami kerugian.

Seperti yang baru saja dialami ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka dilaporkan terjerat pinjaman online (Pinjol) dan ditagih debt collector dengan besaran mulai dari Rp3 juta hingga Rp13 juta per orang.

Rektor IPB Arif Satria menyebut dari data sementara, ada sekitar 116 mahasiswa IPB yang terjerat Pinjol. “Yang terkena tidak hanya mahasiswa IPB. Mahasiswa kampus lain juga terkena,” kata Arif kepada wartawan, Selasa (15/11/2022) malam.

Total kerugian yang diderita para korban yang sebagian besar mahasiswa IPB ini mencapai miliaran rupiah. “Total uang, dugaan para korban yang tertipu, sebesar Rp 2,1 miliar dari 311 orang korban ini,” ungkap Wakapolresta Bogor AKBP Ferdy Irawan.

Masalah tersebut diawali dari mengikuti bisnis penjualan online dan diduga terpengaruh oleh kakak tingkatnya masuk ke sebuah grup WhatsApp (WA) usaha penjualan online. Para mahasiswa itu lalu diminta berinvestasi dan dijanjikan keuntungan 10% per bulan dan meminjam modal dari Pinjol.

Hanya saja, keuntungan bisnis itu ternyata tidak sebanding dengan cicilan pinjol yang dibebankan kepada mereka. Hingga mereka didatangi oleh para debt collector.

Belajar dari masalah itu, tentu Anda selaku calon debitur tak ingin mengalami kejadian tak enak tersebut. Untuk itu, Duitpintar.com memberikan tips agar tidak terjerat pinjol.

1. Cek Platform Pinjol Berada di Bawah Pengawasan OJK

Keberadaan platform pinjol kini semakin marak dan bersaing menawarkan kemudahan dalam mengajukan pinjaman. Berbeda dengan pinjaman bank, pinjol tidak akan membuat calon debiturnya ribet dengan skor kredit pada Informasi Debitur atau iDeb.

Meski begitu, Anda harus hati-hati saat memilih platform untuk mengajukan pinjaman. Kalau salah, dapat membuat Anda terperangkap pusaran utang yang ujung-ujungnya membuat fondasi keuangan Anda jadi bermasalah.

Karena itu, sebelum ajukan pinjaman, cari tahu dulu apakah si platform pinjol itu baru atau sudah lama beroperasi. Selidiki pula namanya di website OJK, pastikan apakah platform pinjaman berada di bawah pengawasan atau tidak.

2. Menawarkan Kemudahan Pengajuan dengan Bunga Besar

Karena kepepet butuh uang, besarnya bunga pinjaman online kerap tidak menjadi masalah. Kondisi itu kerap kali dimanfaatkan penyedia pinjaman nakal dengan mematok bunga sangat tinggi.

Buat diketahui, bunga pinjol yang sering dapat pengaduan dari masyarakat besarnya itu tidak tanggung-tanggung. Ada yang mematok bunga sebesar 1 persen per hari, kurang lebih besarnya seperti bunga bank sebulan.

Kalau sudah begitu, lebih baik mengajukan pinjaman bank saja ya? Sangat penting untuk Anda mengetahui penyedia pinjaman yang legal tidak membebankan bunga per hari dan diakumulasi tanpa batas.

Karena itu, teliti dan bertanya sebelum benar-benar mengajukan. Pastikan juga berapa besarnya biaya layanan atau jasa atau semacamnya yang mereka potong dari pokok pinjaman.

Itulah beberapa ciri penyedia pinjol yang harus Anda ketahui dan langkah yang bisa dilakukan agar bisa mewaspadai penyedia pinjaman ilegal di sekitar Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

 11,847 kali dilihat,  22 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Krisis Pangan: Salah Satu Bahasan Utama KTT G20 di Bali, Butuh Peran Anak Muda

Pertemuan kepala negara di forum KTT G20 diharapkan menghasilkan kesepakatan untuk mengantisipasi krisis pangan global di tengah berbagai tantangan

 9,565 kali dilihat,  21 kali dilihat hari ini

Published

on

KTT G20
Ilustrasi KTT G20 | Foto: Ist.

Lampung.co – Krisis pangan menjadi salah satu bahasan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada pertengahan November mendatang. Oleh karena itu, diharapkan membawa hasil yang konkrit bagi masyarakat dunia.

Pertemuan kepala negara di forum KTT G20 diharapkan menghasilkan kesepakatan untuk mengantisipasi krisis pangan global di tengah berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik maupun isu kerawanan pangan.

Ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan, dalam working group pertanian G20, sudah dibahas beberapa hal krusial tentang pangan dunia. Agriculture Working Group G20 sepakat untuk mempromosikan terciptanya sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.

“Memang mereka sudah berkomitmen untuk bersama-sama, setidaknya punya urgensi terkait krisis pangan, karena salah satu persoalan krisis pangan yaitu nutrisi dan kemiskinan,” kata dia, Jumat, (11/11/2022) kemarin.

Beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan, seperti the UN Global Crisis Response Group (GCRG).

Selain itu ada juga the G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions Action Plan, dan Global Development Initiative.

Agriculture ministerial negara G20 juga adanya praktik perdagangan pangan yang setidaknya bisa terbuka, transparan tidak mendiskriminasi dan bisa menciptakan komoditas pangan yang tersedia dan bisa dijangkau oleh seluruh negara.

“Jadi ketika ada krisis baru, bisa setidaknya bertahan. Ketangguhan pertanian dan sistem pangan menjadi hal penting,” ujar Andry.

Butuh peran anak muda untuk mencapai kemandirian dan ketahanan pangan

Pendiri Foodbank of Indonesia, M Hendro Utomo menjelaskan, persaingan geopolitik saat ini menegaskan tiga hal yang penting untuk dikuasai, yakni teknologi, energi, dan pangan. Indonesia memang belum mumpuni di bidang energi dan teknologi, tapi penghasil pangan yang beragam.

Oleh karenanya, anak muda harus peduli dengan isu pangan yang menjadi kekhawatiran banyak negara di belahan dunia lain. Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah membutuhkan peran anak muda untuk mencapai kemandirian dan ketahanan pangan.

“Ironisnya, 3,1 juta gandum diimpor dari Ukraina. Anak-anak muda harus jadi pelopor supaya Indonesia dapat mencapai kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Hendro dalam Rembug Pangan Orang Muda (RPOM) di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia (UI), Selasa (1/11/2022) lalu.

Menurutnya, Indonesia memiliki dua modal besar menuju kebangkitan, yakni pangan dan pemuda. “Karena itu, pemuda diharapkan memiliki kesadaran baru dan kegelisahan bahwa pangan adalah masalah multiperspektif yang harus diselesaikan bersama-sama,” harapnya.

Harapan besar, minim dukungan

Semua pihak banyak manaruh harapan kepada anak muda, termasuk Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta petani milenial untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan peternakan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen perdana petani milenial Kelompok Tunas Tani di Desa Margorejo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Minggu (4/9/2022) lalu.

Bahkan Anggota DPRD Lampung, Ismail Jafar berharap agar petani milenial mampu menjaga kedaulatan pangan di Indonesia. Sekaligus tetap menjaga Lampung sebagai salah satu penopang pangan nasional.

“Produksi pertanian ini penting sebagai penyuplai pangan pokok masyarakat,” kata dia saat menghadiri pelatihan teknologi informasi pertanian bagi petani milenial, di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (07/07/2022) lalu.

Di sisi lain, dukungan pemerintah terhadap petani milenial ini masih jauh dari harapan. Bahkan anggota DPR RI, Puteri Komarudin beberapa waktu lalu menyatakan milenial tidak ada yang mau menjadi petani lantaran tidak ada dukungan dari pemerintah.

Pernyataan itu diamini oleh salah satu petani milenial Lampung, Bob Hartopo Putranto. Menurutnya, menjadi petani milenial bukanlah hal yang mudah. Ada banyak eksperimen-eksperimen yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

“Waktu, tenaga, uang, jelas sangat terkuras sebelum akhirnya bisa panen dengan hasil yang maksimal,” kata Bob Hartopo Putranto Selasa, (27/9/2022) lalu.

“Betul apa yang disampaikan Puteri Komarudin, dukungan dari pemerintah itu belum dirasakan. Keuntungan apa yang didapat kalau jadi petani milenial, juga belum ada. Jadi wajar saja kalau akhirnya anak muda enggak ada yang mau menjadi petani,” imbuhnya. (*)

 9,566 kali dilihat,  22 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca