Connect with us

Berita

Edarkan Uang Palsu di Pringsewu, Warga Tanggamus Diancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Uang Palsu

Lampung.co – Polsek Pringsewu Kota mengamankan Erlan (21) warga Pekon Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Tanggamus, Lampung, atas kejahatannya mengedarkan uang palsu.

Dari tangan tersangka yang berprofesi buruh tersebut turut diamankan Rp. 1.250.000,- uang palsu sebanyak 25 lembar pecahan 50 ribuan.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Eko Nugroho, SIK mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM mengungkapkan, tersangka ditangkap berdasarkan informasi masyarakat.

Dia menerangkan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada peredaran uang palsu dalam transkasi pembelian handphone di Pendopo Pringsewu pada Rabu (26/6/2019) malam.

“Berdasarkan informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan dan pencarian, tersangka berhasil ditangkap di Pasar Pringsewu pada Kamis (27/6/2019),” ungkapnya, Jumat (28/6/19) pagi.

Kompol Eko mengatakan, dalam perkara tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti uang palsu berupa 13 lembar uang kertas pecahan Rp. 50 ribu dengan nomor seri GBG349224.

Kemudian, lanjutnya, 12 lembar pecahan Rp. 50 ribu lainnya juga memiliki nomor seri yang sama yakni nBJ7624.

“Jadi ada sesuatu mencolok dimana 25 lembar uang palsu tersebut hanya memiliki 2 nomor seri yakni 12 lembar serinya sama dan 13 lembar lainnya sama juga,” kata Kompol Eko Nugroho.

Kompol Eko menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, uang palsu tersebut merupakan milik pelaku lain berinisial Y.

Dimana Y meminta tersangka membeli handphone COD di Pendopo Pringsewu menggunakan uang palsu dengan iming-iming sejumlah uang asli.

“Dari pembelian handphone tersebut, terungkap sang pembeli menyadari bahwa uang yang diterimanya adalah palsu kemudian melaporkan ke Polsek Pringsewu Kota,” jelasnya.

Atas perbuatannya, saat ini tersangka dan barang bukti berupa uang palsu tersebut dan dua buah handpone diamankan di Polsek Pringsewu Kota guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas tindak menyimpan dan mengedarkan atau membelanjakan uang yang diketahuinya palsu, pelaku dipersangkakan pasal 36 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 07 tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Terhadap Y, masih dalam pengejaran dan di tetapkan DPO,” pungkas Kompol Eko.

Dalam keteranganya, tersangka mengaku mengetahui bahwa uang yang digunakan untuk membeli handphone dari temannya Y tersebut palsu.

“Uangnya dari kawan saya, ya saya tau palsu, teman saya minta dibelikan handphone, kalo sudah dapat handphone nanti saya baru dibayar Rp. 200 ribu uang asli,” ucapnya dihadapan penyidik. (*)

 2,347 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Berita

Musisi Angklung Jalanan: Kadang Personil Nombok

Published

on

Musisi Angklung Jalanan
Musisi Angklung Jalanan menghibur pengguna jalan Jendral Sudirman, Kota Bandar Lampung | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi musisi jalanan untuk tetap berkarya melantunkan alat musik menghibur masyarakat. Bagi mereka, selain menghibur, juga menjadi ladang untuk memperoleh pundi-pundi rupiah.

“Ini mata pencarian pokok seluruh personil,” kata Burhan, salah satu personil musik angklung di Jalan Jendral Sudirman, Rawa Laut, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Minggu (17/1/2021) kemarin.

Dia menjelaskan, meskipun sudah menekuni profesi itu sejak tahun 2015 dan penghasilan perharinya tidak menentu, mereka tetap bekerja dari tempat satu ketempat lainnya. “Pendapatanya dibagi sama rata untuk 7 (tujuh) personil,” jelasnya.

Menurut Burhan, mereka mulai bermain angklung pukul 08.00 sampai waktu yang tidak ditentukan. “Sesuai cuaca,” ujarnya saat ditemui Lampung.co.

Burhan menerangkan, alat musik yang mereka gunakan bukan milik pribadi atau personil, melainkan didapat dengan menyewa. Selain grupnya, terdapat beberapa kelompok lain yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung. “Kami bagi tempat biar tidak rebutan,” uangkapnya.

Dari bermain alat musik ini, kata dia, personil memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tak jarang para pemain ini justru ganti rugi karena pendapatannya tidak mencukupi untuk membayar sewa alat musik.

“Kadang kalau hujan juga enggak dapet uang, personil nombok,” tandas Burhan. (Evi/Mgg)

 5,985 kali dilihat,  1,396 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Syekh Ali Jaber Meninggal, Pengurus Masjid Falahuddin Tamin Ungkap Ini

Published

on

Pengurus Masjid Falahuddin Tamin
Pengurus Masjid Falahuddin Tamin | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Nama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber menyisakan memiliki ‘tempat’ bagi pengurus Masjid Falahuddin di Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Pasalnya Masjid tersebut merupakan tempat terjadinya tragedi penusukan saat ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi itu sedang mengisi tausiah dalam acara Wisuda Akbar Tahfidz Quran pada Minggu, (13/9/2020) silam.

Ketika mendengar kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada hari Kamis (14/1/2020) lalu, pengurus Masjid Falahuddin langsung menggelar shalat ghaib pada ba’da Dzuhur dan ba’da Maghrib.

Demikian dikatakan Ketua bidang pembangunan dan sarana prasarana Masjid Falahuddin, bapak Anto Hartanto. Selain itu, pihaknya juga memanjatkan do’a untuk ulama besar kelahiran 3 Februari 1976 itu.

“Merasakan rasa kecintaan (mahabbah) kita terhadap ulama lebih baik dibandingkan rasa duka,” kata dia saat ditemuai Lampung.co, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Anto menambahkan, Syekh Ali Jaber memiliki cita-cita untuk menghafidzkan satu juta muslim. Hal itu, dia melanjutkan, diungkapkan sang ulama saat menghadiri acara Wisuda Akbar Tahfidz Quran tahun 2020 silam.

Menurut Anto, Syekh Ali Jaber memiliki ilmu agama yang mumpuni dan orang yang sabar. Kesabarannya terlihat saat merasakan sakit akibat luka tusukan di lengan kanannnya.

“Jangan dikasarin cukup diamankan saja,” ungkap Anto menirukan pesan Syekh Ali Jaber saat pristiwa penusukan itu terjadi. (Evi/Mgg)

 10,983 kali dilihat,  1,409 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Kanwil II KPPU Fokus Tangani Tiga Dugaan Pelanggaran, Termasuk Pelindo II Panjang

Published

on

Wahyu Bekti Anggoro
Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro | Foto: Lampung.co

Lampung.co – Selama tahun 2020, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) II telah melakukan serangkaian tugas pokok dan fungsinya dalam bidang kajian dan advokasi, harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, penegakan hukum, serta penelitian pada seluruh wilayah kerjanya yang melingkupi Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, Provinsi Bangka Belitungm dan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, dalam hal kajian dan advokasi, KPPU Kanwil II telah melakukan kajian/pemetaan struktur pasar dan perilaku usaha sektor industri strategis pada kajian kopi di Provinsi Lampung untuk meneliti impor kopi tahun 2019, gambaran industri kopi di Provinsi Lampung, alur tata niaga kopi, dan perilaku pelaku usaha kopi di Provinsi Lampung.

“KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terhadap komoditas pangan yaitu terkait pendataan harga di 5 (lima) provinsi wilayah kerja. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terkait komoditi ubi kayu di Provinsi Lampung yang menunjukan bahwa permasalahan industri ubi kayu disebabkan karena tidak adanya pedoman dan regulasi yang mengatur terkait standar baku dalam perhitungan dan pengukuran refaksi ubi kayu,” kata dia, Senin (28/12/2020).

Sementara itu, lanjutnya, pada harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terhadap konsultasi penyusunan kebijakan pembangunan pertanian terkait dengan komoditi kopi di Provinsi Lampung. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terkait Surat Himbuan Gubernur Sumatera Selatan tentang Penunjukan BUMD oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang saat ini sudah pada tahapan penyelesaian kesimpulan dan laporan kepada Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Dari sisi penegakan hukum, Wahyu menambahkan, KPPU Kanwil II telah menerima dan melakukan penilaian atas 13 (tiga belas) laporan pelanggaran dari masyarakat yaitu 12 (dua belas) laporan terkait laporan pelanggaran persaingan usaha dan 1 (satu) laporan terkait pelanggaran kemitraan.

“Tindak lanjut dari laporan tersebut, 9 (sembilan) laporan yang telah diklarifikasi ditutup karena tidak memenuhi syarat formil dan materil, 3 (tiga) laporan persaingan usaha di lanjutkan ke penyelidikan dan 1 (satu) laporan kemitraan di lanjutkan ke pemeriksaan pendahuluan,” jelasnya.

“Selanjutnya pada akhir tahun 2020 sampai dengan awal tahun 2021, KPPU Kanwil II fokus melakukan 3 (tiga) penelitian dugaan pelanggaran yang bersumber dari laporan maupun inisiatif,” imbuhnya.

Penelitian-penelitian tersebut, kata Wahyu, terkait dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh Pelindo II di Pelabuhan Panjang, dugaan praktik monopoli ASDP di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni di Lampung, dan dugaan pelanggaran kemitraan pada sektor perkebunan kelapa di Lampung.

“Selain itu, KPPU Kanwil II juga aktif melakukan publikasi baik daring dan luring terkait Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 sebanyak 24 (dua puluh empat) sosialisasi kepada Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan Masyarakat Umum, untuk melakukan edukasi dan pencegahan terjadinya pelanggaran hukum persaingan usaha di wilayah kerja KPPU Kanwil II,” tandasnya. (*)

 67,498 kali dilihat,  1,232 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca