fbpx
Connect with us

Berita

Dukung Minat Belajar Anak, Maharipal Tambah Buku Perpustakaan Desa Binaan

Published

on

Maharipal

Lampung.co – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Raden Intan Lampung (Maharipal) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung konsisten kembangkan program Desa Binaan.

Kali ini menambah ratusan buku pelajaran ke perpustakaan desa binaan Belajar Mandiri Bersama (BMB) di dusun Margodadi 1, kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, Minggu (25/11/2018).

Penyerahan buku ke perpustakaan desa binaan Maharipal ini tak lain dalam rangka meningkatkan minat belajar, khususnya para pelajar di wilayah tersebut.

Ketua UKM Maharipal, Miftahul Sobri menjelaskan, minat belajar anak-anak di daerah ini sangat tinggi, sementara persediaan buku pelajaran sangat terbatas.

“Ini yang menjadi salah satu alasan kami memberikan buku pelajaran,” ujarnya.

Bantuan buku pelajaran tersebut merupakan hasil donasi dari paraalumni UKM Maharipal. Sebagian besar merupakan buku pelajaran untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara itu, ketua perpustakaan BMB desa binaan Maharipal Suwandi menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangan buku untuk anak-anak tersebut.

Sebab, menurutnya, sejauh ini ketersediaan buku di perpustakaan masih sangat terbatas, sementara minat belajar anak-anak cukup besar.

“Masih banyak kekurangannya, termasuk buku-buku bacaan untuk anak-anak,” jelas dia.

Suwandi menambahkan, perhatian pemerintah dalam mendukung program meningkatkan minat baca, terutama di lokasi yang jauh dari kota selama ini belum terlihat.

Bahkan, kata dia, sejak didirikan tanggal 21 Mei 2016 silam, perpustakaan ini sama sekali belum mendapat bantuan, baik berupa buku-buku maupun dalam bentuk lain.

“Sejak berdiri hingga sekarang belum ada perhatian dari pemerintah. Sehingga dengan adanya buku ini saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali,” tandasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah maupun lembaga terkait lainnya bisa memberikan perhatian kepada anak-anak pedesaan dalam rangka meningkatkan minat belajar. (rsa)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Terkait Kasus Pembunuhan Sadis di Tanggamus, Ini Keterangan Polisi

Published

on

Pembunuhan di Tanggamus

Lampung.co – Tekab 308 Polres Tanggamus mengamankan seorang pelaku pembunuhan di perkebunan Pekon Tanjung Gunung, Pulau Panggung, Tanggamus yang terjadi pada Minggu (25/8/2019) sore.

Pelaku bernama MS diamankan setelah pihak kepolisian melakukan tindakan persuasif kepada pihak keluarganya pasca pembunuhan yang dilakukan pria berumur 46 tahun itu.

Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, SH. SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan peristiwa pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korbannya Janson Als Acun (45).

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, dan pelakunya sendiri diamankan pada pukul 19.00 WIB,” ungkap AKP Edi Qorinas dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019) petang.

Menurut AKP Edi Qorinas, antara pelaku dan korban yang beralamat Pekon Tekad Pulau Panggung, sebenarnya saling mengenal walaupun korban berdomisili di Natar Lampung Selatan.

“Korban berdomisili di Natar, sore tadi datang bersama teman-temannya ke tempat berlatih ayam, sambil minum-minuman keras,” kata AKP Edi Qorinas.

Kasat Reskrim melanjutkan, ketika pelaku MS datang ke lokasi tersebut, ia mendengar korban cekcok mulut dengan kakak kandung pelaku.

Ketika korban diduga hendak mengeluarkan senjata, kata dia menerangkan, korban langsung dilukai lehernya dari belakang oleh pelaku.

“Senjata yang dimaksud korban tersebut entah ada atau tidak atau sekedar ancaman saja, namun pelaku langsung menyambut leher korban dari belakang,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif Satreskrim Polres Tanggamus guna menguak kejadian sebenarnya.

Sementara, dalam keterangan pelaku MS, mengakui semua perbuatannya secara spontan ketika korban mengancam kakak kandungnya.

“Saya spontan melakukan itu sebab dia mengancam kakak saya,” ucap pria beranak tiga tersebut saat diminta keterangan.

Diketahui sebelumnya, beredar foto korban pembunuhan di Pekon Tanjung Gunung Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus.

Dalam foto itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Korban tergeletak di tanah mengenakan kaos hitam dan celana jins panjang, tanpa alas kaki luka dibagian lehernya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dari Tujuh Laga Kandang, Badak Lampung FC Hanya Kumpulkan Tiga Poin

Published

on

Milan Petrovic

Lampung.co – Badak Lampung FC sempat mengungguli tamunya, Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 di awal babak pertama dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung (25/8/2019).

Namun dalam laga ke-7 Badak Lampung FC dikandang ini masih belum berhasil menorehkan poin penuh dihadapan pendukungnya sendiri setelah Ghozali Siregar menyamakan kedudukan di babak kedua.

Pelatih Badak Lampung FC, Milan Petrovic belum mampu mengubah tradisi “letoy” di kandang yang disandang tim asal Serui, Papua ini sejak awal bermarkas di Bandar Lampung dibawah asuhan Jan Saragih.

Dari tujuh pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda, Badak Perkasa justru lebih banyak mengalami kegagalan, yakni empat kali kalah dan tiga laga lainnya masing-masing mendapat satu poin.

Babak pertama
Di awal permainan, Persib langsung menggebrak tetapi serangan yang dibangun tanpa Ezechiel N’Douassel yang absen karena akumulasi kartu jauh dari kata impresif.

Tuan rumah terpaksa bertahan cukup dalam dan mengandalkan serangan balik. Tak butuh waktu lama, serangan balik Laskar Saburai langsung membuhakan hasil.

Penetrasi Kurniawan Karman yang didorong sebagai gelandang sayap memberikan kesempatan bagi Hariyanto Panto melepaskan tembakan yang gagal dihentikan I Made Wirawan di menit-10.

Tertinggal satu angka, Persib langsung balik menekan namun Jujun Saepulloh memiliki keberanian luar biasa saat menghentikan penetrasi Ghozali Siregar di kotak penalti.

Tekel yang dilakukan tepat mengenai bola dan hanya hasilkan sepakan sudut yang yang didapat Maung Bandung dan masih dengan mudah diamankan.

Ditengah upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan, Hariyanto nyaris kembali mencetak gol di pertengahan babak pertama, bila dirinya berhasil meneruskan sepakan sudut Marquinhos.

Meski dalam keadaan bebas, eks Persigo Gorontalo ini justru luput meneruskan bola dan bola liar yang diteruskan Akbar masih melenceng.

Persib mencoba segalanya untuk segera menyamakan angka, tetapi tak ada satupun bola yang mampu diteruskan ke arah gawang meski telah menembus jantung pertahanan hingga turun minum.

Babak Kedua
Memasuki awal babak kedua permainan berlangsung menarik, jual beli serangan dilakukan kedua tim baik dari Badak Lampung FC maupun Persib Bandung.

Bila Esteban Vizcarra dan Supardi yang memberikan tekanan bagi kubu Maung Bandung, di sisi tuan rumah skema Hariyanto dan Torres berulang kali merepotkan.

Tekanan bertubi-tubi yang dilakukan kubu Persib akhirnya berbuah manis. Kali ini penetrasi Supardi mampu diteruskan Ghozali yang menyelinap diantara pemain lawan di menit-64.

Usai gol Persib tercipta, permainan sempat dihentikan karena ada sejumlah oknum suporter yang menerobos masuk ke lapangan. Tetapi tak berlangsung lama, permainan kembali dilanjutkan.

Memasuki 15 menit terakhir, lapangan menjadi milik Persib sepenuhnya tetapi Yoewanto bermain sangat heroik di mistar gawang untuk menggagalkan sejumlah peluang emas yang dimiliki lawan.

Hingga laga usai tidak ada gol tambahan tercipta, skor 1-1. Hasil ini membuat Persib tertahan di peringkat ke-12 dengan total 16 poin, sementara Badak Lampung masih tertahan di zona merah.

Susunan Pemain
Badak Lampung: Yoewanto Beny, Jujun Saepulloh, Kunihiro Yamashita, M. Haq, Kurniawan Karman, Marquinhos, Akbar Tanjung, Melcior Majefat (Arthur Irawan 81′), Hariyanto Panto (Jefri Kurniawan 62′), TA Mushaffry, Francisco Torres.

Persib: I Made, Ardi Idrus, Henhen Herdiana, Achmad Jufriyanto, Bojan Malisic, Dedi Kusnandar, Abdul Aziz, Supardi (Agung Mulyadi 86′), Ghozali Siregar, Erwin Ramdani (Beckham Putra 59′), Esteban Vizcarra. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Bikin Pejabat Lupa Rakyat yang Melarat

Published

on

Ibu Kota Negara Baru

Lampung.co – Seorang peneliti asal negeri kincir angin Belanda, David Henley, memandang negatif rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Pulau Kalimantan oleh Presiden Joko Widodo.

Pemindahan ibu kota ke wilayah itu dianggap hanya akan menyebabkan para pejabat publik tidak mengetahui realitas dari kondisi perekonomian rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Dia mencontohkan hal itu dari kondisi yang terjadi di Nigeria. Pada 1976, Nigeria memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja, kemudian diresmikan sebagai ibu kota pada 1991.

Namun, kata dia, setelah dipindahkan tersebut, Abuja menjadi satu-satunya kota di Nigeria yang penuh kemewahan karena memang telah didesain secara terencana.

“Saya sudah melihat itu terjadi di Nigeria, saya pernah bermalam beberapa kali di Abuja dan ini bukan Nigeria,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Dia menambahkan, banyak politisi yang tinggal di lingkungan yang sangat artifisial, istimewa, dan terpencil itu, dan mungkin tidak baik untuk pengambilan keputusannya.

Menurut Henley, potensi itu akan terjadi di Indonesia jika pemerintah memindahkan ibu kotanya di tengah-tengah belantara pulau Kalimantan dengan anggaran mencapai Rp466 triliun.

“Padahal, Jakarta menyimpan segudang masalah ekonomi sosial yang mencerminkan keseluruhan kondisi Indonesia,” ujarnya dikutip dari vivanews.com.

Henley menyebut hal itu hanya buang-buang uang saja dan para pejabat maupun politisi akan terisolasi di kota baru yang megah, yang dibangun dengan indah di mana pun itu.

“Mereka akan lebih cenderung kehilangan kontak dengan realitas populasi masyarakat secara umum,” tutur Profesor Studi Kontemporer Indonesia dari Universitas Leiden itu.

Dia berpendapat, akan lebih baik jika anggaran pemindahan ibu kota tersebut digelontorkan fokus untuk memperbaiki segala persoalan ekonomi sosial di Jakarta saat ini.

“Dengan begitu, Banjir, kemacetan, ketimpangan yang sangat besar antara penduduk miskin dan kaya bisa teratasi sambil memperbaiki kondisi daerah-daerah lainnya,” ucapnya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca