Connect with us

Berita

Dukung DK PBB, MUI: Pembangunan Ilegal Israel di Palestina Harus Dihentikan

Published

on

Yerusalem Palestina

Lampung.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai tindakan Israel melakukan pembangunan ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sangat menyakiti hati rakyat Palestina.

Selain itu, tindakan zionis Israel itu juga akan sangat menghambat terciptanya perdamaian di kawasan tersebut dan Timur Tengah secara umum.

Oleh karena itu, MUI mendukung Dewan Keamanan PBB yang berjuang menghentikan pembangunan ilegal oleh Israel di daerah pendudukannya di Palestina.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Anwar Abbas, dalam keterangan, Sabtu (11/5/2019) kemarin.

Menurutnya Israel sangat ngotot meneruskan pembangunan ilegal tersebut. Dia menyebut ini sebagai usaha Israel untuk memperkuat cengkramannya terhadap wilayah Palestina.

Anwar mengatakan, karena dengan semakin bertambahnya jumlah pemukiman baru maka berarti jumlah orang Israel di daerah pendudukan akan semakin bertambah.

Dan kalau pun dunia internasional mendesakkan penegakkan demokrasi di daerah tersebut sudah bisa dipastikan mereka akan tetap menang.

“Pembangunan ilegal oleh Israel harus dihentikan,” tegasnya.

Selain itu, dia meminta Dewan keamanan PBB berjuang agar yang tinggal di bangunan-bangunan yang sudah ada itu hanya orang rakyat palestina.

Sementara, Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra mengapresiasi pernyataan sikap yang tegas dari MUI tersebut.

Terkait dengan masalah yang terjadi di Palestina, dia menambahkan, ACT terus menyalurkan bantuan yang dikemas dalam bentuk beberapa program khusus untuk Plestina.

“Penyaluran bantuan ACT (untuk Palestina) terus berlanjut,” kata Hermawan kepada Lampung.co, Minggu (12/5/2019).

Dia menerangkan, program-program tersebut diantaranya berupa water tank, dapur Palestina, paket pangan, paket bantuan musim dingin, dan lainya. (doy)

 1,773 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Berita

PBHI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Aktivis HAM di Taman Sari

Published

on

PBHI Lampung

Lampung.co – Perhimpunan Bantuan Hukum & Hak Asasi Manusia (PBHI) Provinsi Lampung mengecam aksi kekerasan dan penyerangan terhadap pembela HAM yang terjadi Taman Sari Kota Bandung pada Kamis, 11 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Ketua Badan pengurus wilayah PBHI Provinsi Lampung, Aswan Abdulracman. Menurutnya, tindakan para oknum tersebut sangat tidak dibenarkan baik secara hukum maupun etika manapun.

“Bahkan sampai diduga melukai orang lain yang tengah memperjuangkan nasib masyarakat yang tengah mencari keadilan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Jumat (12/02/2021) kemarin.

“Kita mengecam keras tindakan oknum-oknum ataupun kelompok yang tidak manusiawi tersebut, ini harus diungkap secara tegas oleh aparat penegakan hukum, pun pada pemerintah agar menunjukan komitmen tentang penegakan HAM di negari ini,” tegasnya.

Aswan menjelaskan, pada hari Kamis, 11 Februari 2021 paralegal perempuan PBHI Jawa Barat, Deti menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal saat melakukan advokasi dan pendampingan terhadap korban penggusuran di Taman Sari Kota Bandung.

Pada awalnya sekelompok orang tersebut datang dengan maksud melakukan kerja bakti, namun pada siang hari mereka membawa parang, linggis, tongkat dan lembaran seng dan menghancurkan tempat tinggal dan kebun warga Taman Sari yang bertahan.

Penyerangan dilakukan terhadap korban dengan mendorong, mencakar, menarik, menendang, menjambak rambutnya dan menghantamkan kepala Deti ke dinding hingga mengalami pendarahan dan robek di bagian kepala.

“Korban pun harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk menghentikan pendarahan hingga harus mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya,” jelas Aswan.

Tidak hanya kekerasan fisik, sekelompok orang juga melakukan kekerasan verbal kepada beberapa perempuan korban penggusuran dan jaringan yang turut melakukan pendampingan terhadap warga Taman Sari.

“Bahkan setelah selesai pun sekelompok orang tersebut masih melontarkan ancaman penyiksaan terhadap warga dan pembela HAM yang melakukan pendampingan,” tandasnya. (*)

 58,415 kali dilihat,  924 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Jaga Keseimbangan Lingkungan, Mitra Bentala Dampingi Nelayan Pencari Rajungan

Published

on

Rizani Ahmad
Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani Ahmad | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Mitra Bentala Keluarga Peduli Lingkungan lakukan pendampingan kelompok nelayan pencari rajungan di beberapa daerah di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilakukan Lembaga yang berdiri sejak 1995 itu bertujuan untuk memberikan dedikasi kepada nelayan dalam melakukan kegiatan penangkapan rajungan agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Demikian dikatakan Rizani Ahmad Selaku Direktur Eksekutif Mitra Bentala saat ditemui Lampung.co di kantornya di Jalan Sejahtera Sumberejo Sejahtera, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 3 (tiga) wilayah penghasil rajungan terbesar di Indonesia. “Penting mendampingi kelompok nelayan agar penangkapannya lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Rizani menjelaskan, kegiatan pendampingan kelompok nelayan rajungan sudah berjalan hampir 2 (dua) tahun. “Kegiatan pendampingan meliputi pemilihan ukuran rajungan sampai memilih kelayakan rajungan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan Mitra Bentala lebih focus ke penanganan daerah pesisir laut, karena daerah tersebut berpotensi gelombang air laut yang tinggi sering terjadi banjir dan tanah longsor.

“Diantara kegiatannya yakni perlindungan mangrove di daerah pesisir, dengan mengupayakan untuk melakukan perbaikan hutan mangrove dan penanaman kembali hutan mangroveyang rusak,” beber Rizani. (Evi/Mgg)

 119,982 kali dilihat,  924 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

DAMAR: Polda Lampung Tak Serius Tangani Kasus Asusila

Published

on

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila terhadap penyandang disabilitas berinisial MGO (18) oleh HR (75) pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

Konferensi pers tersebut digelar bersama Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rio & Peni and Partner, Yulia Yuaniar, SH dan Rekan, juga Lembaga Advokasi Anak (LADA) di kantor DAMAR, Jalan MH Thamrin No.14/42, Gotong Royong, Bandar Lampung.

Penanganan kasus oleh Polda Lampung yang telah bergulir sejak Oktober 2020 itu, hingga saat ini belum ada hasil yang signifikan. “Sampai hari ini (21 Januari 2021) Polda Lampung belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku HR,” kata Kuasa Hukum DAMAR, Peni Wahyudi, S.H.

Peni mengaku pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Polda Lampung, namun tidak mendapatkan respon positif. “Ketika ditemui, pihak Polda selalu menjawab; akan dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

Sementara korban beserta keluarga yang merupakan warga Kabupaten Way Kanan itu sudah 3,5 bulan tinggal di Rumah perlindungan centre Dinas Sosial Provinsi Lampung karena sarat dengan intimidasi dari pihak pelaku.

“Polda tidak serius menangani kasus ini, padahal menyangkut nasib seseorang,” tegas Peni. Oleh karena itu, pihaknya meminta Polda agar lebih bijak dalam menangani kasus asusila ini. (Evi/Mgg)

 123,186 kali dilihat,  933 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca