fbpx
Connect with us

Berita

Cerita Santri Pesantren Entrepreneur Jajakan Kerupuk Lele

Published

on

Pesantren Ash Shalahuddin

Lampung.co – Hampir 45 kilometer jaraknya dari kota Bandung, tepatnya di Desa Sindang Kerta, Cililin, Kabupaten Bandung Barat, berdiri terdapat sebuah Pesantren entrepreneur. Namanya Pesantren Ash Shalahuddin.

Pesantren yang sudah berdiri sejak awal kemerdekaan republik Indonesia, yakni pada tahun 1956 ini mengusung pendidikan agama Islam serta kewirausahaan bagi para santri dan santriwatinya.

Pimpinan pesantren Ustaz Asep menuturkan, para santri diajarkan memegang prinsip Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran. Salah satu yang dapat dilakukan ialah dengan berniaga.

“Santri di sini diajarkan untuk berjualan. Salah satu produknya ialah makanan dari olahan ikan lele, mulai dari kerupuk, abon, hingga stik lele dengan harga 2-20 ribu rupiah,” kata dia dikutip dari ACTNews, Selasa (5/11/2019)

Adi Saputra merupakan salah satu santri yang juga ikut belajar kewirausahaan dengan menjajakan produk olahan pesantren ke warga sekitar. Adi biasa menjajakan kerupuk lele dengan harga Rp 2 ribu per kemasan.

Pendapatannya pun bisa mencapai Rp 80-120 ribu sekali berkeliling. Namun, kadang ia juga tak mendapatkan pembeli sama sekali. “Kalau enggak laku ya sedih, tapi gapapa juga, sambil belajar,” ungkap santri yatim itu.

Pesantren Ash Shalahuddin dihuni oleh sebanyak 57 santri dari kalangan keluarga perekonomian prasejahtera dan yatim. Para santri dibimbing sembilan tenaga pengajar di pesantren ini secara gratis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk pangan, para santri berjualan produk olahan lele. Cara ini juga menjadi salah satu materi belajar, mengingat lembaga ini memiliki lebel pesantren entrepreneur.

Untuk mendukung kebutuhan pangan para santri, lembaga kemanusiaan aksi cepat tanggap (ACT) memberikan satu ton beras untuk Pesantren Ash Shalahuddin pada Kamis (31/10/2019) lalu.

Kepala Cabang ACT Jabar Renno Mahmoeddin mengatakan, beras ini merupakan kelanjutan dari program Beras untuk Santri Indonesia (Berisi) yang diluncurkan pada Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

Dia berharap, dengan adanya beras ini dapat membantu kebutuhan pangan santri. “Semangat belajar para santri ini perlu dijaga, salah satu cara yang ACT lakukan dengan program Berisi,” ucap Renno. (*)

31,411 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Bangunan Rapuh, Talud di Kota Metro Jebol Akibat Banjir

Published

on

Ahmad Mufti Salim
Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim tinjau lokasi talud jebol di Metro Timur | Foto: Ist.

Lampung.co – Sejumlah relawan secara spontan melakukan kerja bakti membenahi talud jebol di Jalan Salam, Iring Mulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung, Selasa (28/1/2020).

Lokasi ini sejak dua hari terakhir dilanda banjir cukup besar sehingga talud sekitar kali jebol. Bahkan, tembok di lahan itu roboh. Jembatan dan fondasi di bawah jembatan di lokasi tersebut juga rapuh.

Para relawan tersebut berasal dari anggota Kepanduan PKS, relawan DT Peduli Lampung-Metro, relawan Rumah Zakat, dan organisasi ojek online setempat.

Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim didampingi Ketua DPD PKS Metro Ahmad Khuseini pun turut meninjau lokasi jebolnya talud dan ikut kerja bakti.

Terkait masalah itu, Ahmad Khuseini mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait. “Tadi sudah koordinasi dengan PU. Warga juga sudah siap membantu,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Ahmad Mufti Salim memang mengagendakan melihat sejumlah titik banjir di Kota Metro. “Habis dari sini kita melihat lokasi lain,” kata dia.

“Alhamdulillah teman-teman Kepanduan responsif. Terima kasih juga kepada relawan DT Peduli, relawan Rumah Zakat, organisasi ojek online, dan warga,” pungkas Mufti Salim. (*)

1,069 kali dilihat, 1,069 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Rumah Tahfidz Ini Prioritaskan Bantu Muslim Uighur daripada Nambah Bangunan

Published

on

Rumah Tahfidz Generasi Qur’an
Serah terima bantuan dari Rumah Tahfidz Generasi Qur’an untuk muslim Uighur | Foto: Hermawan

Lampung.co – Kabar kondisi muslim Uighur yang sedang mengalami tekanan dari pemerintah setempat sampai ke Pimpinan Rumah Tahfidz Generasi Qur’an (GenQu) di Desa Sindang Sari Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan.

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan wali santri untuk menggalang dana peduli Uighur dan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan ACT Lampung. Serah terima donasi telah dilaksanakan pada Senin (27/1/2020) kemarin.

Pimpinan Rumah Tahfidz GenQu Mashuri mengatakan penggalangan dana merupakan bentuk empati anak didiknya terhadap kondisi muslim Uighur yang sedang mengalami tekanan dari pemerintah setempat.

“Oleh karena itu, wali santri mengumpulkan sejumlah dana yang kemudian disalurkan melalui ACT Lampung,” kata dia kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Mashuri menambahkan, saat ini pihaknya sedang berencana untuk menambah bangunan Rumah Tahfidz setelah berdiri 4 tahun yang lalu karena bangunan yang ada saat ini sudah tidak mencukupi untuk para santri belajar.

Namun rencana pembangunan tersebut ditunda untuk sementara waktu demi membantu saudara-saudara muslim Uighur, kelompok minoritas di China yang kondisinya saat ini dinilai lebih membutuhkan.

“Rencananya setelah penyaluran dana bantuan untuk Uighur, kami akan menghimpun dana untuk pembangunan lantai 2 Rumah Tahfidz,” ujarnya.

“Kami memprioritaskan penyaluran bantuan untuk Uighur dari pada pembangunan lantai 2 Rumah Tahfidz, hal ini karena mereka lebih membutuhkan,” imbuh Mashuri.

Dia menerangkan, rumah tahfizh GenQu didirikan dengan tujuan membentuk Generasi Qur’ani. Ada empat pilar pembentukan karakter yang menjadi landasan yakni menghafal Qur’an, tertib sholat, Gemar berinfaq dan berbakti pada orang tua.

“Selain itu juga ada kelas untuk Ibu Rumah Tangga berupa belajar baca Qur’an, tahsin, tafsir dan sejarah islam,” jelasnya. (her)

1,224 kali dilihat, 1,224 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Warga Palapa Bandar Lampung Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Mobil di Jawa Tengah

Published

on

Jenazah
Ilustrasi Jenazah | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang warga Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung bernama Saripin (52) ditemukan meninggal dalam mobil terparkir di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Identitas korban yang ditemukan meninggal dunia dalam mobil yang masih menyala di Desa Gebang, Kecamatan Masaran pada Senin (27/1/2020) malam itu diketahui dari Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tertera dalam KTP, Saripin beralamat di Maulana Yusuf No 42, LK II RT 04, Kelurahan Palapa. Selain alamat, korban juga diketahui dari identitasnya berprofesi swasta.

Kapolsek Masaran AKP Agus Taruna mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, mengatakan, korban diduga merupakan sopir mobil bermuatan perabot rumah tangga.

“Dia kelihatannya loper perabot rumah tangga seperti panci, wajan dan lainnya. Dari Jawa Timur mau setor ke Gebang,” kata Kapolsek, Selasa (28/1/2020) dikutip dari joglosemarnews.com.

Jenazah Saripin yang masih mengenakan pakaian lengkap itu diketahui kali pertama oleh petugas yang ada di gudang warehouse atau perabot rumah tangga yang berada di dekat proliman Desa Gebang.

Saat ditemukan, posisi mobil Grandmax warna putih yang dikemudikan korban terparkir di lokasi depan gudang. Saat itu kondisi mesin mobil masih menyala.

“Saat petugas gudang mengetuk pintu, korban tak segera menjawab. Karena posisinya terlentang seperti tidur. Setelah dicek tidak bernafas,” terang AKP Agus.

Kapolsek menambahkan dari olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan. Ia juga memastikan barang berharga dan dompet serta uang, masih utuh.

“Untuk penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Tapi tadi dari hasil pemeriksaan tim Puskesmas, tidak ada tanda mencurigakan,” tandasnya. (*)

4,790 kali dilihat, 4,790 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca