Cerita Kehidupan Ekonomi Guru Honorer dalam Balutan Haru

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Sudah 22 tahun Ibu Sunwanah mengabdi mencerdaskan anak-anak dilingkunganya yang mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta tingkat dasar di Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung.

Keikhlasan dan rasa syukurnya bisa berbagi ilmu membuat Ia hingga saat ini tetap teguh dengan pilihan hidupnya, mengajar di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sinar Laut mekipun dengan gaji yang minim.

Untuk menghidupi ketiga anaknya, Ia tak bisa sepenuhnya mengandalkan penghasilan sang suami yang hanya bekerja buruh serabutan. Tak jarang dia harus memutar otak untuk melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya.

Ibu Sunwanah tak henti mengucurkan air mata saat menceritakan kondisi ekonominya yang pas-pasan. Sujud syukur pun dilakukannya saat menerima bantuan Bea Guru dari ACT Lampung, Senin (2/12/2019).

“Anak-anak sudah tiga bulan belum bayar SPP, gaji yang saya terima hanya cukup untuk bayar listrik dan makan. Kalau gaji bapaknya untuk uang saku anak dan ongkos angkot,” ucapnya saat menerima Bea Guru.

Perasaan yang sama juga dirasakan Ibu Ani Suningsih. selama 19 tahun mengajar di sebuah sekolah swasta tingkat dasar di Kelurahan Panjang Utara Kecamatan Panjang dengan penghasilan hanya Rp 400 ribu perbulan.

Dirinya tetap semangat menyebarkan ilmu yang dimiliki. Dengan bantuan Bea Guru yang disalurkan relawan Sahabat Guru Indonesia (SGI), Ia berharap guru lain juga merasakan kesempatan yang sama.

“Ini sudah panggilan jiwa mas, jadi nggak masalah dapat honor minim. Tapi saya kasihan sama anak-anak dirumah, alhamdulillah bantuan bea guru ini bisa untuk beli beras dan lauk pauk,” ucapnya haru.

Sementara Kepala Program ACT Lampung Arief Rakhman mengataka, bantuan Bea Guru tersebut didasari oleh realita banyak guru honor, guru ngaji dan guru tahfidz yang masih mendapatkan penghasilan minim.

“Untuk sekedar mencukupi kebutuhan hidup keluarganya saja tidak cukup, belum lagi mereka harus mengeluarkan biaya operasional menuju lokasi tempat mengajar,” kata dia.

Pihaknya berharap, program Sahabat Guru Indonesia (SGI) mampu menggerakan masyarakat untuk peduli atas minimnya penghasilan para guru tersebut, agar mereka bisa lebih fokus mencerdaskan anak bangsa.

“Sahabat Guru Indonesia (SGI) menjadi pemantik untuk lebih peduli terhadap kehidupan guru-guru yang berpenghasilan minim, untuk itu diharapkan peran serta semua dermawan di seluruh Provinsi Lampung,” tutupnya. (her)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer