Cerita Dibalik Penangkapan Terduga Teroris di Pringsewu Lampung

Tim Redaksi

Lampung.co – Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo menceritakan dibalik proses penangkapan terduga teroris di wilayahnya, Pekon (desa) Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Minggu (03/06/2018) pukul 08.00 WIB lalu.

Woto mengaku telah dihubungi aparat saat akan dilakukan penggeledahan di salah satu rumah warganya. Diketahuinya saat itu yang tengah dilakukan penggeledahan adalah rumah US (43) yang diketahui sehari-hari menjual obat tradisional.

Penggeledahan yang dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama anggota Polda Lampung dan Polres Tanggamus itu pun akhirnya dikabarkan telah mengamankan dua warganya yang diduga teroris.

Penangkapan terjadi di lokasi berbeda. Selain US, warganya yang lain Im (42) yang sehari-harinya menjual makanan kelanting juga ikut ditangkap.

“Saya tidak tau persis, tapi pada Minggu sekitar pukul 09.15 WIB saya dihubungi Babinkamtibmas untuk menyaksikan jalannya penggeledahan oleh petugas di kediaman terduga US,” kata Woto seperti dilansir dari Liputan6.com.

Woto saat itu melihat ada sekitar enam orang petugas menggunakan masker melakukan penggeledahan dan membawa bungkusan plastik besar dari dalam rumah US yang langsung dibawa ke mobil.

Mengenai kedua warganya yang ditangkap Densus, Woto mengakui kedua warganya itu, sejak lima tahun terakhir terlihat ada perubahan pada tingkah lakunya.

Selain tertutup, keduanya pun sudah tidak pernah terlihat pada acara-acara pengajian umum dan jarang berinteraksi dengan warga lainnya.

Bahkan, menurutya, warganya yang dibawa petugas itu pun tidak pernah mengindahkan imbauan atau intruksi dari pemerintah seperti mengikuti pemilu dan pileg serta agenda lainnya.

“Mereka dan keluarganya sudah beberapa tahun di setiap ajang 17 Agustus serta kegiatan kenegaraan lainnya tidak pernah mau pasang bendera merah putih,” terangnya.

Tak hanay itu, Woto menceritakan, bahwa pihak aparat pun pernah memanggil terduga Im ke balai pekon untuk meminta keterangan terkait tidak maunya memasangan bendera Merah Putih.

“Akhirnya mereka membuat peryataan di atas materai yang isinya setia kepada NKRI di hadapan Uspika Sukoharjo dan tokoh masyarakat,” tuturnya.

Dalam penyergapan, Tim Densus 88 mengamankan dua orang dan melakukan penggeledahan di kediamannya masing-masing, bahkan ada beberapa barang yang dibawa oleh anggota dari kedua rumah milik terduga teroris.

Untuk pengamanan kini dilakukan pemasangan garis polisi dan sejumlah anggota polisi masih berjaga. Lokasi penangkapan yang berada di pinggir jalan lintas Pringsewu-Kalirejo menjadi tontonan warga. (*/goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer