Cerita Artis Anisa Rahma Urus Hewan Kurban di Lumbung Ternak Wakaf

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Trimo, peternak kambing Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf, dengan senang hati menyambut artis Anisa Rahma bersama suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, di peternakannya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Ditemani Trimo, Anisa memberi makan satu per satu ternak sambil bertanya seluk-beluk beternak kepada Trimo. Usai memberi makan ternak, Trimo lanjut mengajak Anisa dan Anandito, atau yang akrab disapa Dito, naik ke atas kandang ternak.

Menenteng selang air dan sabun, mereka dengan hati-hati mencoba memandikan ternak Trimo pada Rabu (10/7/2019) sore itu. Sebelum hewan ini menjadi kurban yang terbaik, ternyata memang harus dirawat dengan cara yang baik serta makanan yang bagus.

Bagi Trimo, dari ternak yang bersih itu daging yang akan dikonsumsi pun akan menjadi hidangan yang sehat juga.“Kebersihannya juga diperhatikan juga oleh pak Trimo. Kandangnya bersih, tidak ada lumut. Kebersihan ini berpengaruh juga terhadap kesehatan ternak,” jelas Anisa.

Senada dengan Anisa, Dito juga sangat terkesan dengan bagaimana cara Trimo merawat ternaknya. Dito yang ikut membersihkan empat dari 200 ekor ternak kambing juga mendapat pengalaman baru hari itu. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkannya.

“Tadinya khawatir, saya pikir bakal ditendang atau diseruduk. Tapi ternyata tidak karena masih umur satu tahun juga. Jadi masih lucu-lucu. Saya ikut sikat kambingnya dengan sabun juga. Kalau sudah mencoba, asik sebenarnya,” ujar Dito seraya tertawa.

Nantinya 200 kambing di kandang Trimo akan menjadi suplai hewan kurban untuk Global Qurban dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maslahat yang luas ini, bagi Dito, menjadi salah satu keuntungan berkurban di Global Qurban.

“Pastinya manfaatannya jadi lebih luas, ya. Karena biasanya kita berkurban di masjid dekat rumah, dibagikan ke tetangga-tetangga yang kurang mampu. Tapi, ternyata ada masyarakat, yang tidak kita sadari, lebih membutuhkan,” ucapnya.

“Misalnya, masyarakat di luar negeri (negara konflik) atau pun luar kota yang tidak terjamah oleh kita,” imbuh Dito.

Anisa juga senang dengan ide memberdayakan warga setempat yang berada di sekitar Lumbung Ternak Wakaf karena LTW ini memang menggunakan sumber daya manusia atau warga yang ada di desa tersebut saja.

“Sumber daya manusianya itu masyarakat setempat, ya, seperti pak Trimo ini kan, yang benar-benar membantu perekonomiannya. Jadi bagusnya di situ,” jelas Anisa.

Terus, lanjutnya, saat Iduladha warga setempat atau tetangga-tetangganya juga mendapatkan manfaat karena masing-masing dari warga ini mendapatkan satu kilogram dagingnya dari Lumbung Ternak Wakaf itu.

Diakui oleh Anisa dan Dito, makna kurban memang bukan semata untuk tabungan mereka di akhirat kelak tetapi bagaimana hewan-hewan yang telah dikurbankan dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

“Yang kita kurbankan akan bermanfaat di akhirat kelak, tabungan kita juga di surga, tapi selain itu kita juga bisa memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” kata Anisa.

“Karena itu salah satu perintah Allah juga kan (membantu orang lain). Kita ingin melaksanakan perintah dari Allah, sebagai hamba-Nya,” sambung Dito. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer