Ceramah Ustadz Berri El Makky di Itera: Tinggalkan Cinta Demi Cita-Cita

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Berri El Makky hari ini, Minggu, (13/05/2018) mengisi kajian pada Tabligh Akbar di Institut Teknologi Sumatera (Itera) Bandar Lampung.

Materi kajian yang akan disampaikan Bang Berri, -sapaan akrabnya founder Rill Hijrah adalah “Tinggalkan Cinta Demi Cita-Cita, Raih Cita-Cita Demi Cinta”.

Dalam penyampaian kajiannya, Berri memulainya dengan sebuah kisah tentang seorang preman. Preman yang katanya, sudah melakukan dosa besar dengan membunuh 99 orang.

Jadi preman ini bunuh 99 orang. Dan pas dia ingin taubat datanglah dia ke seorang syech. Dia sampaikan pernah bunuh 99 orang.

“Apa kata syech-nya, berat, karena membunuh 1 orang saja sama saja membunuh semua orang di muka bumi. Dan syech dibunuh dan menjadi korban ke 100,” ceritanya.

Dilanjutkannya, setelah membunuh yang ke 100, dia pun ingin bertaubat lagi. Dia sampaikan lagi. Dan dia ceritakan hal yang sama. Sampai dia bilang korban ke 100 yang dibunuhnya adalah seorang syech yang bilang saya tak bisa bertaubat.

Berri terus melanjutkan kajiannya. Jangan putus asa dari rahmat allah, dari ampunan allah, sesungguhnya Allah mengampunkan dosa-dosa kita.

Preman itupun bertaubat, dia disuruh seorang syech untuk belajar di majelis taklim. Dan di tengah jalan belum sampai ke lokasi meninggal.

“Maka yang ingin bertaubat, berjalan ke tempat pembelajaran pertaubatannya dan mati ditengah jalan, ia dijanjikan surga tempatnya,” kata Berri.

Maka bersyukurlah telah dipilih Allah bisa digerakan ke majelis taklim. Lalu syukuri juga nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat hidayah.

“Hikmah dari kisah tersebut, siapa yang berjalan di jalan Allah itu fisabilillah. Maka bersyukurlah telah datang ke majelis taklim,” menurut Berri, .

Selanjutnya, kata Berri, yang perlu kita syukuri adalah nikmat sehat dan nikmat yang teramat besar tanpa kita minta tapi Allah berikan, dan sepanjang hayat saat hidup maupun diakhirat, yakni, nikmat sebagai umat Nabi Muhammad.

“Bersyukurlah jadi umatnya Nabi Muhammad. Ini adalah kisah sedikitnya orang bersyukur. Maka, jadilah orang yang bersyukur. Maka kita bagian yang sedikit bersyukur,” tandasnya.

Tabligh Akbar pun terus dimulai dan masih berlangsung. Kurang lebihnya ada 300an orang yang datang untuk mengikuti majelis taklim di Itera.

“Ini masih pembukaanya. Pembukaan saya dua jam. Materi tinggalkan cinta ini 10 menit saja,” tambahnya dengan canda kepada peserta Tabligh Akbar. (goy)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer