Menu

Cegah Perdagangan Orang, Puslitbang Wanita, Anak dan Pembangunan LPPM Unila Gelar Deklarasi dan Sosialisasi

  Dibaca : 254 kali
Cegah Perdagangan Orang, Puslitbang Wanita, Anak dan Pembangunan LPPM Unila Gelar Deklarasi dan Sosialisasi
Cegah Perdagangan Orang, Puslitbang Wanita, Anak dan Pembangunan LPPM Unila Gelar Deklarasi dan Sosialisasi

Lampung.co – Data Kementrian PPPA RI 2018, Lampung Selatan dan Lampung Timur merupakan dua daerah tertinggi sebagai sending area di Provinsi Lampung.

Maka potensi terjadi Tindak Pidana Perdangangan Orang (TPPO) sangat dimungkinkan.

Bentuk dan modus TPPO mulai bergeser, tidak hanya konvensional sebagaimana yang dialami TKW, namun sudah berbentuk ke perdagangan yang dilakukan oleh kawan atau antar kawan.

Ketua Pusat Studi penelitian dan Pengembangan Wanita dan Anak Universitas Lampung, Dr. Novita Tresiana mengatakan, penanganan TPPO sering dilakukan pada persoalan hilir.

Dan, hal ini, sangat sedikit program yang bertujuan untuk menyelesaikan persoalan hulu.

“Persoalan hilir ini lebih berfokus pada korban, sedangkan kita butuh adanya penanganan dari hulu yaitu pencegahan terjadinya korban TPPO,” kata Dr. Novita di Bandar Lampung, Jumat (28/12/2018).

Pusat Studi penelitian dan Pengembangan Wanita dan Anak Universitas Lampung bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Kerjasama ini, menginisiasi kegiatan Deklarasi dan Sosialisasi Pembentukan Komunitas Peduli (Community Watch) Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (CW PP-TPPO).

Acara tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 28-29 Desember 2018.

Diadakan di Ruang Sidang lantai 2 dan Aula lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Lampung.

Menurut Dr. Novita, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) perlu ditangani secara komprehensif.

“Jadi, tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat dan komunitas melalui Community Watch yang diinisiasi Unila dan Kementrian,” ungkapnya.

Salah satu fokus kegiatan ini adalah membangun kepekaan masyarakat dan komunitas terhadap bahaya TPPO.

Sedangkat output kegiatan ini adalah terbentuknya Community Watch di 5 desa di Lampung Selatan, yakni Desa Karang Anyar, Suka Damai, Purwosari, Bandar Agung dan Budi Lestari.

Target atau sasaran peserta deklarasi dan sosialisasi ini berjumlah 100 orang dari 5 desa wilayah sasaran.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan TPPO tidak hanya di 5 desa Lampung Selatan.

“Tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Lampung,” harapnya. (rls/goy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional