Menu

Bupati Lampung Tengah Nonaktif, Mustafa Divonis 3 Tahun Penjara

  Dibaca : 418 kali
Bupati Lampung Tengah Nonaktif, Mustafa Divonis 3 Tahun Penjara
Ilustrasi | Foro: Istimewa

Lampung.co – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Bupati Lampung Tengah (Lamteng) nonaktif Mustafa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Majelis hakim menilai, ‎Mustafa dalam kapasitas selaku Bupati Lamteng periode 2016-2021 telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tipikor secara bersama-sama dan berlanjut dalam delik pemberian suap.

Mustafa bersama Taufik Rahman (divonis 2 tahun) selaku Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Kabupaten (Pemkab Lamteng) telah memberikan ‎total uang suap Rp9,695 miliar kepada enam anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Lamteng.

Majelis hakim memastikan, Mustafa yang juga Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung (sudah mengundurkan diri dan dipecat) telah memerintahkan Taufik mengumpulkan uang dari para kontraktor dan diberikan ke para anggota DPRD.

Pemberian tersebut baik secara langsung maupun melalui perantaraan pegawai Pemkab Lamteng dan ajudan Mustafa.

“Mengadili, menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap terdakwa Mustafa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” tegas hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan atas nama Mustafa, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/7/2018) malam.

Anggota Majelis Hakim Mochamad Arifin membeberkan, majelis mempertimbangkan hal-hal meringankan dan memberatkan dalam menjatuhkan putusan terhadap Mustafa.

Hal meringankan, Mustafa belum pernah dihukum, masih memiliki tanggungan keluarga, mengakui kesalahan, dan menyesali perbuatannya.

Pertimbangan memberatkan untuk Mustafa yakni bertentangan dengan program pemerintah yang giat-giatnya memberantas korupsi.

Vonis pidana penjara, denda, dan pencabutan hak politik Mustafa lebih ringan dari tuntutan JPU.

Sebelumnya JPU menunut Mustafa dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan, denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan, dan pencabutan hak politik selama 4 tahun.

Atas putusan ini JPU pada KPK yang diketuai Ali Fikri mengatakan masih berpikir apakah menerima atau mengajukan banding. Sementara Mustafa memastikan menerima putusan. (*/doy)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional