fbpx
Connect with us

Berita

Bupati Agus: Masyarakat Pesisir Barat Harus Gunakan Bahasa Lampung

Published

on

Agus Istiqlal

Lampung.co – Bahasa daerah, termasuk bahasa Lampung merupakan kekayaan budaya bangsa dan mencerminkan identitas sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan bahasa.

Namun bahasa daerah kian lama, semakin ditinggalkan dalam komunikasi, dicampakan karena cenderung dianggap kuno, terbelakang, “kampungan”.

Setidaknya itulah fenomena yang nyata di kalangan masyarakat modern saat ini. Hal itu membuat tutur bahasa daerah mereka tak lagi tertata dalam budaya yang sehat.

Selain itu juga, semakin banyak masyarakat yang meninggalkan bahasa daerah membuat kekayaan akan bahasa di Indonesia semakin hari tambah berkurang.

Dikutip dari ANTARA, pakar linguistik dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Multamia Lauder, mencatat sebanyak 13 bahasa yang sudah punah karena sudah tidak ada lagi penuturnya.

Kemudian ada 25 bahasa daerah di Indonesia yang berstatus hampir punah dan dari 706 bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia, 266 diantaranya berstatus bermasalah.

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab berkurangnya penggunaan bahasa daerah oleh masyarakat karena berbaurnya banyak suku dalam kehidupan bermasyarakat disuatu daerah.

Alih-alih untuk mempermudah komunikasi, sehingga masyarakat lebih cendrung untuk menggunakan bahasa Nasional dalam berkomunikasi sehari-hari.

Tentunya diperlukan peran semua pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah yang mengancam kekayaan akan budaya bangsa tersebut, baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Terkait hal itu, Bupati kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal, meminta seluruh masyarakat yang menetap di kabupaten paling ujungnya Lampung itu untuk bisa menggunakan Bahasa Lampung

Hal itu diungkapkannya disela-sela sambutannya dalam acara Temu Lapang Penyerahan Bantuan Alsintan, di BP3K Kecamatan Pesisir Selatan, Rabu (28/8/2019).

Bupati meminta masyarakatnya untuk menggunakan bahasa daerah Lampung sebagai bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi antar sesama dalam keseharian.

Bahkan termasuk yang berasal dari daerah lain yang tinggal di Pesibar, wajib untuk menggunakan Bahasa Lampung sebagai bahasa yang digunakan dalam lingkungan masyarakat sehari-hari.

“Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Dengan kita menggunakan Bahasa Lampung sudah termasuk sebagai salah bentuk cara kita menghargai tempat tinggal kita,” tegas Agus dilansir jp-news.id.

Hingga saat ini, dirinya mengaku masih menemukan masyarakat yang sudah tinggal cukup lama di Pesibar, tapi tidak menggunakan Bahasa Lampung sebagai bahasa yang digunakan.

“Masyarakat yang bukan berasal dari Suku Lampung silahkan belajar Bahasa Lampung. Sangat memprihatinkan kita yang tinggal di Lampung ini, kalau sampai tidak tahu Bahasa Lampung,” ujarnya.

Masyarakat yang memang asli Lampung, Bupati Agus lebih mempertegas, malu kalau sampai tidak menggunakan dan tidak tahu Bahasa Lampung. (*)

2,739 kali dilihat, 23 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Tujuh Siswa SMPN 1 Turi Meninggal Akibat Kecelakaan Air, Ini Petunjuk Keamanan Susur Sungai

Published

on

Sungai Sempor Sleman
Sungai Sempor Sleman tempat siswa pramuka SMPN 1 Turi melakukan kegiatan susur sungai | Foto: Ist.

Lampung.co – Kegiatan susur sungai oleh siswa-siswa pramuka SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) kemarin diduga belum mendapatkan izin dari sekolah.

Selain itu juga diduga banyak Safety Procedure yang dilanggar dalam kegiatan ekstrem yang disebut sebagai pembentukan karakter itu. Akibatnya, hingga berita ini diturunkan, tujuh siswa dilaporkan meninggal dan tiga belum ditemukan.

Kutua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita sangat menyesali insiden naas tersebut. “Saya merasa prihatin,” kata dia saat dihubungi Lampung.co, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Pada yang sama, Sekjen Global Rescue Network (GRN) itu juga memaparkan beberapa petunjuk praktis keamanan susur sungai. Pertama, kata dia, pelajari sungai dan potensi bahayanya sebelum disusuri.

Kedua, lanjutnya, gunakan perlengkapan standar selama menyusuri sungai. Meskipun tinggi muka air (TMA) kecil, perlengkapan wajib selalu digunakan untuk mengantisipasi naiknya debit air.

“Ketiga, pantau air di hulu sungai selama melakukan kegiatan dan gunakan alat komunikasi yang selalu tersambung dengan pemantau air di hulu selama berkegiatan,” ujarnya.

Yang terakhir, Yuni menyebut, susun rencana penanganan jika terjadi kedaruratan termasuk merencakanan jalur evakuasi hingga fasilitas medis terdekat sesuai dengan tingkat kedaruratan. (doy)

9,995 kali dilihat, 2,679 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Gempa Bumi 4.0 SR Goyang Perairan Barat Lampung, Ini Penjelasan BMKG

Published

on

BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) | Foto: Ist

Lampung.co – Wilayah perairan Provinsi Lampung kembali diguncang gempa bumi dengan kekuatan 4.0 SR pada Rabu (19/2/2020) pukul 08:52:42 WIB.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berpusat di koordinat 6.44 LS – 103.8 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 139 KM Barat Daya Pesisir Barat dengan kedalaman 21 Kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara, Anton Sugiharto mengatakan, ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang merupakan gempa bumi dangkal.

“Akibat aktivitas Zona Subduksi (Megathrust) di Selatan pulau Sumatera dimana Lempeng Indo-Australia menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia,” jelasnya saat dihubungi Lampung.co.

Dia menerangkan bahwa, belum ada informasi dirasakan dari masyarakat. Namun, kata dia, masyarakat dihimbau agar tetap tenang.

“Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” tandasnya. (doy)

28,220 kali dilihat, 2,722 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Peminat Olahraga Bela Diri Taekwondo di Lampung Terus Meningkat

Published

on

Tournamet Saburai Cup Taekwondo
Open Tournamet Saburai Cup ke-11 di gedung Indor tenis, Pahoman, Selasa (18/02/2020) | Foto: Ist.

Lampung.co – Tingkatkan kemampuan dan pembinaan atlet, pengurus provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Lampung menggelar Open Tournamet Saburai Cup ke-11 di gedung Indor tenis, Pahoman, Selasa (18/02/2020).

Ketua Pengprov TI Lampung, Amril Yusam mengatakan, kejuaraan Saburai Cup dengan jenjang kyurogi dan pomsae ini sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan potensi para atlet dari masing-masing pengkab dan pengkot yang ada di Lampung.

“Ini saburai cup ke -11 dalam rangka pembinaaan atlet taekwondo lampung, kita harapkan event ini akan memunculkan bibit atlet untuk baru dimasa yang akan datang,” kata dia kepada wartawan disela-sela berlangsungnya acara, Selasa (18/02/2020) kemarin.

Menurutnya, tujuan utamanya adalah menjaring atlet Taekwondo berbakat dan berprestasi dari Pengurus Kabupaten/Kota, karena sifatnya terbuka maka kesempatan ini juga diikuti oleh ratusan peserta.

“Kita undang semua Pengkab dan Pengkot, agar mereka mengirimkan atletnya baik itu binaan unit maupun club didaerahnya, disitu kita juga akan melihat potensi an ada, agar para atlet ini nantinya bisa kita jaring untuk tingkatan yang lebih tinggi sebagai aset daerah lampung,” ujar Amril.

Atlet legenda Lampung yang juga pemegang sabuk DAN V Kukkiwon ini menjelaskan, peminat olahraga bela diri asal korea ini peminatnya meningkat di Lampung, untuk itu harus ditampung secara maksimal oleh wadah terkait demi prestasi atlet Taekwondo Lampung.

“Kalau tahun ke tahun animo pecinta olahraga Taekwondo khususnya di Lampung sangat luar biasa, artinya selalu ada peningkatan, walaupun masih ada tingkat SMP yang masih ulangan, tapi pesertanya masih ratusan, kalau didata sekitar kurang lebih sekitar 360 an orang yang turut berkompetisi,” jelasnya.

Melalui Saburai Cup ke-11, Amril berharap para atlet akan terus bergairah menjelang festival yang ke-9 sekitar bulan juni/juli dan puncaknya Begawi Taekwondo pada bulan November- Desember mendatang.

“Kita harapkan dengan event ini pengkab dan Pengkot memanfaatkan moment ini agar bibit-bibit berprestasi dapat kita jarin sedini ungkin untuk event selanjutnya seperti porprov dan tinbgkat nasional lainya,” tandasnya. (*)

25,794 kali dilihat, 2,696 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca