fbpx
Connect with us

Berita

Bulog Distribusikan 15 Ribu Ton Beras ke Seluruh Indonesia, Harga di Lampung Rp8.100 Per Kg

Published

on

Harga Beras di Lampung

Lampung.co – 15 ribu ton beras medium disalurkan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG)  ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini karena adanya peningkatan harga beras premium. Pendistribusian beras itu melalui kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bulog, Budi Waseso (Buwas). Ia mengatakan, pendistribusian beras dalam kegiatan KPSH sesuai keputusan Rakortas pada (27/08/2018) dan Surat Kemendag (31/08/2018).

“Dilakukan kegiatan KPSH serentak di seluruh Indonesia karena perintah presiden. Ada peningkatan harga beras medium di kalangan masyarakat, yang bisa sumbang inflasi,” kata Buwas dilansir dari tirto.id.

“Harga beras mengalami kenaikan 0,11 persen dari minggu ke-3 ke minggu ke-4 bulan Agustus 2018,” tambahnya di Divre Bulog Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Ketentuan harga jual dari gudang Bulog, dirincinya, Rp8.100 per Kg untuk wilayah 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Ball, NTB, Sulawesi).

Selanjutnya, harga Rp8.600 Kg untuk wilayah 2 (Sumatera kecuali Lampung dan Sumsel, NTT dan Kalimantan). Terakhir, harga Rp8.900 per Kg untuk wilayah 3 (Maluku, Papua).

Harga dan penjualan beras tersebut dilaksanakan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Harga ini lebih murah, karena berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Senin (3/9/2018) harga beras kualitas medium I Rp11.800 per kg dan harga beras kualitas medium II Rp11.650 per kg.

Diketahui, Bulog sejak Januari 2018 sampai saat ini telah menggelontorkan CBP sebanyak 338.502 ton. Saat ini, jumlah stok beras Bulog secara keseluruhan sebanyak 2,6 juta ton.

Dalam penyaluran beras, Bulog melibatkan banyak pihak dengan menggunakan jaringan distribusi antara lain Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita, Mitra BULOG, BUMN Pangan, dan Kanvasing oleh Satgas Bulog.

Beras yang didistribusikan merupakan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sebanyak 10.000- 15.000 ton per hari rata-rata pendistribusiannya. Beras premium itu disalurkan ke 205 pasar tradisional di 82 kota.

“Bulog jual beras medium ke masyarakat enggak jual lebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), masyarakat sudah dapat beras mutu bagus,” tandasnya. (*)

40 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dosen UIN Raden Intan Lampung Terbukti Cabuli Mahasiswinya

Published

on

Vonis

Lampung.co – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung SH terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mahasiswinya sendiri.

Terdakwa diganjar Majelis Hakim dengan hukuman satu tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (17/9/2019).

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Ketua Majelis Hakim menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

“Maka menjatuhi terdakwa […] (SH) dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan,” kata Aslan.

Hukuman dosen yang berbuat asusila terhadap anak didiknya di universitas berlabel Islam itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Hal memberatkan dalam tuntutan JPU, terdakwa sebagai seorang pengajar tidak memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya. Malah berbuat sebalik, yakni perbuatan asusila.

Diketahui, berdasarkan keterangan dari surat dakwaan, JPU menyatakan bahwa peristiwa pencabulan itu bermula pada Jumat (21/12/2018) sekira jam 13.20 WIB. Ketika itu, si mahasiswi yang menjadi korban hendak mengumpulkan tugas mandiri mata kuliah Sosiologi Agama II.

“Kemudian korban mengajak rekannya saksi IN untuk menemaninya menemui dosen pengajar mata kuliah tersebut yaitu terdakwa SH,” jelas jaksa.

Saat korban bertemu dengan terdakwa di depan ruang dosen pengajar, korban berkata kepada terdakwa ‘Pak ini saya mau ngumpulin tugas, karena kemarin pada saat UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu bahwa tugas tersebut sudah dikumpul’.

“Lalu sang dosen masuk ke dalam ruangan dosen yang diikuti oleh korban, kemudian di dalam ruangan tersebut terdakwa berdiri membelakangi meja kerjanya berhadapan dengan saksi korban yang sedang berdiri,” terang jaksa.

Korban kembali berkata kepada terdakwa ‘Maaf pak saya terlambat ngumpilin tugas, karena waktu UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu tugasnya dikumpul’ sembari menyerahkan tugas tersebut kepada terdakwa.

“Kemudian tugas tersebut dibuka-buka sebentar oleh terdakwa lalu tugas tersebut diletakkan terdakwa di atas meja kerja terdakwa. Selanjutnya terdakwa mendekati tubuh korban sembari memegang lengan kanan korban sambil berkata lembut ‘Kebiasaan kamu ya’ lalu korban menjawab ‘ya pak minta maaf’,” kata Jaksa menirukan percakapan keduanya.

Saat itu, tangan kanan terdakwa memegang lengan kiri korban sambil dielus-elus lalu terdakwa memegang dan mengelus-ngelus dagu saksi korban sambil berkata ‘Ini apa?’ dijawab korban ‘Jerawat pak’.

Dari perbuatan itu, korban merasa takut sehingga melangkah mundur sambil berkata ‘Bagaimana pak tugas saya diterima apa tidak’ namun terdakwa diam saja tidak menjawab apapun.

“Mata terdakwa memandangi bibir korban sambil tersenyum, sehingga korban merasa tidak nyaman sambil berkata ‘Ya udah pak makasih saya ijin pulang’. Namun terdakwa kembali memegang kedua lengan korban sambil tersenyum,” urai jaksa.

Lalu terdakwa memegang bahu kanan korban sambil berkata ‘Main dimana yuk’ korban menjawab ‘Maaf pak saya ijin pulang’. Namun terdakwa tetap memegang lengan kiri korban, lalu korban berusaha untuk keluar ruangan. Terdakwa justru kembali memegang pipi kanan korban kemudian korban berontak.

“Kemudian terdakwa mengarahkan tangannya memegang payudara korban sehingga korban kaget sambil berteriak ‘Eh pak’ dan terdakwa tersenyum kembali,” beber jaksa.

Dari kejadian itu, korban bergegas keluar ruangan dan terdakwa segera mengambil tas nya lalu ikut keluar bersama korban. Setelah di pintu keluar ruangan, terdakwa berjalan keluar meninggalkan korban dan berpapasan dengan saksi IN sambil menegurnya lalu pergi.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa SH menyebabkan korban selalu merasa ketakutan dan berkeringat dingin bila akan menghadap dosen. Nilai mata kuliah Psikologi Sosial yang diambil korban diberikan nilai E oleh dosen tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis korban yang diperiksa oleh Psikolog Octa Reni Setiawati, kesimpulannya bahwa dalam diri korban menunjukkan adanya trauma psikologi terkait pelecehan yang terjadi. (*)

3,901 kali dilihat, 1,874 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Terjadi Kebakaran di Lampung Barat, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

Published

on

Kebakaran di Lampung Barat

Lampung.co – Terjadi kebakaran lahan perkebunan warga di Pekon Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 18:30 WIB.

Penyebab kebakaran lahan yang diperkirakan mencapai sekitar 1 Ha tersebut diduga akibat aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan warga setempat.

Dihimpun dari laporan Lampost.co, Babinsa Pekon Lumbok Yakub menyebutkan bahwa api baru diketahui terlihat membesar sekitar waktu sholat magrib.

Melihat api membesar itu petugas dan pihaknya bersama masyarakat gotong rotong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Api baru bisa dikendalikan atau mulai dapat dijinakan sekitar pukul 21:20 WIB,” ujarnya. (*)

8,266 kali dilihat, 4,160 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Identitas dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Mayat di Parit GSG Talang Padang

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Sesosok mayat diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga terbujur kaku di Parit di Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Selasa (17/9/2019) siang.

Mayat dalam kondisi membusuk, bahkan tertutup sampah plastik yang berserakan di dalam parit tepatnya belakang Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan setempat.

Warga setempat Marwan mengatakan, jenazah tersebut pertama diketahui oleh anak-anak yang sedang berjalan disekitar lokasi sekira pukul 01.00 Wib.

“Kemudian memberitahukan ke warga berkumpul untuk memastikan, teryata benar itu adalah orang,” kata dia.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, lanjutnya, dibawa petugas kepolisian Polsek Talang Padang ke RS Kota Agung untuk dilakukan identifikasi.

Polsek Talang Padang bersama Tim Inafis Polres Tanggamus pun berhasil mengidentifikasi sosok mayat seorang pria yang diketahui bernama Herman Sumadi (32) itu.

Kapolsek Talang Padang Iptu Khairul Yasin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Tanggamus mengatakan, korban merupakan warga Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

“Korban merupakan bujangan dan sehari-harinya bekerja mencari barang rongsok,” kata Iptu Khairul Yassin, Selasa (17/9/2019) sore.

Iptu Khairul menegaskan, dari tubuh korban, tidak menemukan tanda tanda bekas kekerasan dan sejenisnya. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban meninggal.

“Dugaan sementara kecelakaan terjatuh kedalam parit. Sebab, dari keterangan keluarganya, korban mempunyai penyakit epilepsi sudah sejak lama dan sering kambuh tidak jelas waktunya,” jelasnya.

Ditempat sama, Dokter Rumah Sakit Kota Agung menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan tahap luar oleh tim medis, pihak medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. (*)

6,706 kali dilihat, 1,984 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca