fbpx
Connect with us

Berita

Bulan Puasa Satpol PP Pringsewu Amankan Tiga PSK, Ini Pengakuan Mereka

Published

on

PSK Pringsewu

Lampung.co – Bulan suci Ramadhan ternyata tidak sepenuhnya terbebas dari kegiatan maksiat, termasuk Pekerja Seks Komersial (PSK).

Nyatanya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pringsewu mengamankan tiga perempuan paruh baya yang diduga PSK beroperasi di Jalan Kesehatan, Kecamatan Pringsewu.

Ketiganya diamankan Satpol PP Pringsewu saat merazia sejumlah tempat disinyalir dijadikan tempat melakukan transaksi maksiat, Rabu (22/5/2019) malam.

Mereka yang diamankan semuanya warga Pringsewu, yakni YA (36) warga Kelurahan Pringsewu Selatan, WA (45) asal Kelurahan Pringsewu Timur dan MA (50) warga Kecamatan Gadingrejo.

Kepala Bidang Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Pringsewu Maulidin Ansyori mengatakan, pihaknya menerima laporan tentang penjaja seks di tempat umum, terutama di Jalan Kesehatan.

Atas laporan tersebut, Maulidin bersama anggota melaksanakan razia dalam rangka cipta kondisi ketertiban umum dalam rangka Ramadan.

Ketiga perempuan diduga PSK kini diamankan di Kantor Satpol PP. Maulidin menyatakan, pihaknya melakukan pembinaan dan pendataan.

Para PSK mengaku sudah sejak lama mangkal di Jalan Kesehatan. YA, satu perempuan diciduk Satpol PP menjelaskan, pengguna jasa mereka dari berbagai kalangan.

“Pelanggannya, ya tua muda, yang penting duit,” ujar YA dikutip dari Tribun Lampung, Kamis (23/5/2019).

Ia mengaku sering melayani pelanggan berstatus pelajar dengan mematok tarif Rp 50 ribu untuk layanan jasa.

Sementara MA yang sudah berumur lanjut ini mengatakan, tidak mencari pekerjaan lain karena kebutuhan ekonomi keluarga dan pendidikan anak.

Selain itu juga, Petugas Satpol PP mengamankan seorang pria TS (24) dan wanita LN (20) yang bukan pasangan suami istri berada dalam satu kamar kontrakan di Kelurahan Pringsewu Barat.

Keduanya mengakui bahwa LN sedang hamil tiga bulan, namum belum diketahui orang tua masing-masing. Lalu petugas memanggil kedua orangtua pasangan tersebut.

“Agar keduanya segera menikah, apalagi keduanya sudah sama-sama bekerja,” kata Maulidin.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini akan memberikan efek jera kepada para pelaku aktifitas haram tersebut. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damar Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tradisi Kakiceran

Lampung.co – Dua diantara dari 25 karya dan budaya tak benda Lampung yang diusulkan menjadi warisan nasional adalah tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damakh atau Damar.

Kedua tradisi tersebut berasal dari Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Bahkan Kakiceran hanya terdapat di wilayah Pugung yang memiliki dua kecamatan yakni Pesisir Utara dan Lemong.

Kakiceran merupakan suatu pentas budaya yang biasa dilakukan oleh muli mekhanai setempat secara turun temurun dalam rangka memeriahkan hari raya idul fitri.

Dalam pelaksanaannya terdapat perlombaan tari menari yang dilakukan sepenuhnya oleh muli mekhanai baik sebagai panitia maupun sebagai peserta lomba.

Secara umum, ajang yang dihelat pada malam hingga pagi hari ini merupakan wadah untuk bersilaturrahmi bagi masyarakat setempat. Mulai dari anak-anak hingga dewasa berbaur menjadi satu.

Sementara Ngunduh Damar merupakan salah satu kegiatan pemanen getah pohon damar, sebuah budaya yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Ngunduh Damar dilakukan menggunakan tali dari rotan yang disebut ambon, kapak kecil atau patil, dan tembilung atau wadah untuk menampung hasil getah damar yang terbuat dari pelepah pinang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia. (doy)

Foto: Tradisi Kakiceran/cindriyanto.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Beberapa Karya dan Budaya Lampung yang Diusulkan Jadi Warisan Nasional

Published

on

Tari Hadra

Lampung.co – Untuk menjaga karya dan budaya tak benda Lampung agar tidak diklaim milik daerah lain, sebanyak 25 karya dan budaya bukan benda Lampung diusulkan menjadi warisan nasional.

Sejumlah karya dan budaya tak benda yang diusulkan sebagai warisan nasional telah disampaikan ke Kemendikbud diantaranya tapis, seruit, kakiceran, hadra ugan, ringget, panggeh.

Untuk adat, ada cuak mengandan, muwaghen, bumbang aji, dan turun mendei. Kemudian tradisi, mulai dari ngunduh damakh, ngejalang kubokh, hingga mukew sahur, tari debingi dan tari ittar muli.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar menyatakan, pengusulan karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional bertujuan agar nilai budaya Lampung terjaga.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

“Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional,” kata dia.

Di Lampung, lanjutnya, sangat banyak karya dan budaya. Perlu dijaga supaya tiak dirampas daerah lain. Dipatenkan sehingga mendapat sertifikat resmi dan bisa terus dilestarikan.

Selain itu, kata dia, dengan dipatenkannya karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional, kebudayaan Lampung bisa lebih dikenal.

“Karya dan budaya tak benda yang sedang kita perjuangkan menjadi warisan nasional ini diharapkan bisa diakui secara luas oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Sulpakar menambahkan, hingga saat ini masih ada karya dan budaya tak benda Lampung yang masih diteliti oleh arkeolog.

“Bukan cuma 25 karya dan budaya tak benda yang diusulkan itu, tapi masih banyak lagi yang masih diteliti akreolog. Kita juga berharap nanti bisa diregistrasi,” ujarnya. (*)

Foto: Tari Hadra/hasbundoya.com

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 23 Agustus 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 23 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB hingga 24 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 22,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 17,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 52% – 93%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 62% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

Malam hari diprakirakan Cerah hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan.

WARNING:
NIHIL

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca