fbpx
Connect with us

Berita

Bukan Pendidikan Demokrasi, Kampanye Pilpres 2019 Hanya Berisi Politik Olok-Olok

Published

on

jokowi dan prabowo

Lampung.co – Dua bulan masa kampanye berlalu, sejak penetapan dan berlangsung masa kampanye Pemilu serentak 2019 dari 23 September 2018 lalu.

Kampanye pun akan berlangsung hingga 13 April 2019 mendatang. Namun sampai sekarang, kampanye yang berlangsung bukan pendidikan demokrasi yang diberikan.

Justru, jauh dari itu, aktivitas politik yang tengah berlangsung sampai hari ini hanya diisi dengan politik olok-olok.

Hal tersebut disampaikan Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto. Menurutnya, kampanye capres cawapres sampai hari ini masih minim gagasan.

“Gejala politik kita hari ini sebagai politik mengolok-olok. Jadilah kita mendapati sebuah kampanye yang dangkal secara gagasan,” kata Arif di D’hotel, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018) dilansir dari Kumparan.com.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam diskusi bertajuk ‘Kampanye Nyinyir dan Gugat-Menggugat di Tahun Politik: Apa Motifnya?’,

Selain itu, tercatat oleh Arif, bahwa ada empat bentuk politik olok-olok yang mewarnai kampanye Pilpres 2019. Antara lain, sebutnya, mulai dari penyampaian pesan yang tidak substansial bahkan mengada-ada.

Lalu, lanjutnya, penyampaian pesan yang emosional hingga menyinggung lawan dengan kata-kata yang multitafsir.

“Kritik tidak berdasar, tanpa data akurat, sekadar untuk memukul lawan, politik kita lebih banyak diisi olok-olok ketimbang tawaran program,” kritiknya.

“Prabowo sebut tingkat kemiskinan sampai 90 persen. Ma’ruf Amin yang menyebut tidak melihat prestasi pemerintah buta dan budek,” imbuhnya.

Untuk itu, Arif berpandangan, bahwa, kedua pasangan calon yang ada sejauh ini cenderung kampanye reaktif dan kurang antisipatif terhadap masalah.

Maka, yang terjadi adalah, perdebatan kedua paslon dinilai tidak fokus dan gagap menerjemahkan visi menjadi program secara konkret.

“Minim terobosan bagi hadirnya kampanye cerdas dan kreatif. Politisasi SARA terus menjebak politik nasional dalam kubangan kebencian,” tutupnya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Terkait Kasus Pembunuhan Sadis di Tanggamus, Ini Keterangan Polisi

Published

on

Pembunuhan di Tanggamus

Lampung.co – Tekab 308 Polres Tanggamus mengamankan seorang pelaku pembunuhan di perkebunan Pekon Tanjung Gunung, Pulau Panggung, Tanggamus yang terjadi pada Minggu (25/8/2019) sore.

Pelaku bernama MS diamankan setelah pihak kepolisian melakukan tindakan persuasif kepada pihak keluarganya pasca pembunuhan yang dilakukan pria berumur 46 tahun itu.

Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, SH. SIK melalui Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan peristiwa pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korbannya Janson Als Acun (45).

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, dan pelakunya sendiri diamankan pada pukul 19.00 WIB,” ungkap AKP Edi Qorinas dalam keterangannya, Minggu (25/8/2019) petang.

Menurut AKP Edi Qorinas, antara pelaku dan korban yang beralamat Pekon Tekad Pulau Panggung, sebenarnya saling mengenal walaupun korban berdomisili di Natar Lampung Selatan.

“Korban berdomisili di Natar, sore tadi datang bersama teman-temannya ke tempat berlatih ayam, sambil minum-minuman keras,” kata AKP Edi Qorinas.

Kasat Reskrim melanjutkan, ketika pelaku MS datang ke lokasi tersebut, ia mendengar korban cekcok mulut dengan kakak kandung pelaku.

Ketika korban diduga hendak mengeluarkan senjata, kata dia menerangkan, korban langsung dilukai lehernya dari belakang oleh pelaku.

“Senjata yang dimaksud korban tersebut entah ada atau tidak atau sekedar ancaman saja, namun pelaku langsung menyambut leher korban dari belakang,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif Satreskrim Polres Tanggamus guna menguak kejadian sebenarnya.

Sementara, dalam keterangan pelaku MS, mengakui semua perbuatannya secara spontan ketika korban mengancam kakak kandungnya.

“Saya spontan melakukan itu sebab dia mengancam kakak saya,” ucap pria beranak tiga tersebut saat diminta keterangan.

Diketahui sebelumnya, beredar foto korban pembunuhan di Pekon Tanjung Gunung Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus.

Dalam foto itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Korban tergeletak di tanah mengenakan kaos hitam dan celana jins panjang, tanpa alas kaki luka dibagian lehernya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dari Tujuh Laga Kandang, Badak Lampung FC Hanya Kumpulkan Tiga Poin

Published

on

Milan Petrovic

Lampung.co – Badak Lampung FC sempat mengungguli tamunya, Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 di awal babak pertama dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung (25/8/2019).

Namun dalam laga ke-7 Badak Lampung FC dikandang ini masih belum berhasil menorehkan poin penuh dihadapan pendukungnya sendiri setelah Ghozali Siregar menyamakan kedudukan di babak kedua.

Pelatih Badak Lampung FC, Milan Petrovic belum mampu mengubah tradisi “letoy” di kandang yang disandang tim asal Serui, Papua ini sejak awal bermarkas di Bandar Lampung dibawah asuhan Jan Saragih.

Dari tujuh pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda, Badak Perkasa justru lebih banyak mengalami kegagalan, yakni empat kali kalah dan tiga laga lainnya masing-masing mendapat satu poin.

Babak pertama
Di awal permainan, Persib langsung menggebrak tetapi serangan yang dibangun tanpa Ezechiel N’Douassel yang absen karena akumulasi kartu jauh dari kata impresif.

Tuan rumah terpaksa bertahan cukup dalam dan mengandalkan serangan balik. Tak butuh waktu lama, serangan balik Laskar Saburai langsung membuhakan hasil.

Penetrasi Kurniawan Karman yang didorong sebagai gelandang sayap memberikan kesempatan bagi Hariyanto Panto melepaskan tembakan yang gagal dihentikan I Made Wirawan di menit-10.

Tertinggal satu angka, Persib langsung balik menekan namun Jujun Saepulloh memiliki keberanian luar biasa saat menghentikan penetrasi Ghozali Siregar di kotak penalti.

Tekel yang dilakukan tepat mengenai bola dan hanya hasilkan sepakan sudut yang yang didapat Maung Bandung dan masih dengan mudah diamankan.

Ditengah upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan, Hariyanto nyaris kembali mencetak gol di pertengahan babak pertama, bila dirinya berhasil meneruskan sepakan sudut Marquinhos.

Meski dalam keadaan bebas, eks Persigo Gorontalo ini justru luput meneruskan bola dan bola liar yang diteruskan Akbar masih melenceng.

Persib mencoba segalanya untuk segera menyamakan angka, tetapi tak ada satupun bola yang mampu diteruskan ke arah gawang meski telah menembus jantung pertahanan hingga turun minum.

Babak Kedua
Memasuki awal babak kedua permainan berlangsung menarik, jual beli serangan dilakukan kedua tim baik dari Badak Lampung FC maupun Persib Bandung.

Bila Esteban Vizcarra dan Supardi yang memberikan tekanan bagi kubu Maung Bandung, di sisi tuan rumah skema Hariyanto dan Torres berulang kali merepotkan.

Tekanan bertubi-tubi yang dilakukan kubu Persib akhirnya berbuah manis. Kali ini penetrasi Supardi mampu diteruskan Ghozali yang menyelinap diantara pemain lawan di menit-64.

Usai gol Persib tercipta, permainan sempat dihentikan karena ada sejumlah oknum suporter yang menerobos masuk ke lapangan. Tetapi tak berlangsung lama, permainan kembali dilanjutkan.

Memasuki 15 menit terakhir, lapangan menjadi milik Persib sepenuhnya tetapi Yoewanto bermain sangat heroik di mistar gawang untuk menggagalkan sejumlah peluang emas yang dimiliki lawan.

Hingga laga usai tidak ada gol tambahan tercipta, skor 1-1. Hasil ini membuat Persib tertahan di peringkat ke-12 dengan total 16 poin, sementara Badak Lampung masih tertahan di zona merah.

Susunan Pemain
Badak Lampung: Yoewanto Beny, Jujun Saepulloh, Kunihiro Yamashita, M. Haq, Kurniawan Karman, Marquinhos, Akbar Tanjung, Melcior Majefat (Arthur Irawan 81′), Hariyanto Panto (Jefri Kurniawan 62′), TA Mushaffry, Francisco Torres.

Persib: I Made, Ardi Idrus, Henhen Herdiana, Achmad Jufriyanto, Bojan Malisic, Dedi Kusnandar, Abdul Aziz, Supardi (Agung Mulyadi 86′), Ghozali Siregar, Erwin Ramdani (Beckham Putra 59′), Esteban Vizcarra. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Bikin Pejabat Lupa Rakyat yang Melarat

Published

on

Ibu Kota Negara Baru

Lampung.co – Seorang peneliti asal negeri kincir angin Belanda, David Henley, memandang negatif rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Pulau Kalimantan oleh Presiden Joko Widodo.

Pemindahan ibu kota ke wilayah itu dianggap hanya akan menyebabkan para pejabat publik tidak mengetahui realitas dari kondisi perekonomian rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Dia mencontohkan hal itu dari kondisi yang terjadi di Nigeria. Pada 1976, Nigeria memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja, kemudian diresmikan sebagai ibu kota pada 1991.

Namun, kata dia, setelah dipindahkan tersebut, Abuja menjadi satu-satunya kota di Nigeria yang penuh kemewahan karena memang telah didesain secara terencana.

“Saya sudah melihat itu terjadi di Nigeria, saya pernah bermalam beberapa kali di Abuja dan ini bukan Nigeria,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Dia menambahkan, banyak politisi yang tinggal di lingkungan yang sangat artifisial, istimewa, dan terpencil itu, dan mungkin tidak baik untuk pengambilan keputusannya.

Menurut Henley, potensi itu akan terjadi di Indonesia jika pemerintah memindahkan ibu kotanya di tengah-tengah belantara pulau Kalimantan dengan anggaran mencapai Rp466 triliun.

“Padahal, Jakarta menyimpan segudang masalah ekonomi sosial yang mencerminkan keseluruhan kondisi Indonesia,” ujarnya dikutip dari vivanews.com.

Henley menyebut hal itu hanya buang-buang uang saja dan para pejabat maupun politisi akan terisolasi di kota baru yang megah, yang dibangun dengan indah di mana pun itu.

“Mereka akan lebih cenderung kehilangan kontak dengan realitas populasi masyarakat secara umum,” tutur Profesor Studi Kontemporer Indonesia dari Universitas Leiden itu.

Dia berpendapat, akan lebih baik jika anggaran pemindahan ibu kota tersebut digelontorkan fokus untuk memperbaiki segala persoalan ekonomi sosial di Jakarta saat ini.

“Dengan begitu, Banjir, kemacetan, ketimpangan yang sangat besar antara penduduk miskin dan kaya bisa teratasi sambil memperbaiki kondisi daerah-daerah lainnya,” ucapnya. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca