Begini Cara Penanganan Anak Diare di Rumah dari Bengkel Gizi ACT Lampung

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Bengkel Gizi yang diselenggarakan lembaga kemanusiaan aksi cepat tanggap (ACT) Lampung mendapat dukungan dari Puskesmas Bakung dan Gojek Lampung.

Kamis (24/10/2019) sekitar 100 balita beserta orang tua berkumpul di Jl. Tulung Buyut Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat untuk mendapatkan penyuluhan terkait “Penanganan Anak Diare di Rumah” dari Puskesmas Bakung.

Selain itu, peserta juga mendapatkan makanan sehat dari Gojek Lampung dan Air Kangen Water dari Gerakan Sehat Berjamaah (GSB) untuk mencegah penyakit diare yang dapat menyebabkan kematian pada anak apabila tidak ditangani dengan baik.

Ahli teknologi laboratorium Puskesmas Bakung, Wulan Candra Lupita, didampingi ahli gizi Asih Rahmawati, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai gejala diare pada anak perlu diberikan kepada orang tua.

“Langkah yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit diare diantaranya adalah dengan beri minum lebih banyak dan disertai pemberian oralit, tetap teruskan pemberian asupan makanan,” kata dia.

Selain itu juga, lanjut Wulan, beri lebih banyak dan lebih sering ASI bagi anak usia menyusui dan berikan asupan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai usia.

“Segeralah ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan tablet Zinc guna mempercepat masa penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” imbuhnya.

Ia menambahkan kehadiran Puskesmas Bakung di setiap kegiatan Bengkel Gizi adalah untuk memberikan pemahaman mengenai cara hidup bersih dan sehat. Selain itu, sebagai bentuk pelayanan prima kepada warga.

“Peran Puskesmas Bakung memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan, kolaborasi dengan ACT ini memudahkan kami untuk menyapa dan memberikan pemahaman kepada warga,” jelas Wulan.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumatera, Teuku Parvinanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan sosial lain yang dilaksanakan bersama ACT.

“Di bulan Oktober ini ada sejumlah kegiatan yang kami laksanakan bersama termasuk pembagian makanan kepada jamaah Masjid, dan hari ini diadakan kegiatan Bengkel Gizi tentang pentingnya pemahaman penanganan diare pada balita,” ujarnya.

Hingga bulan Desember nanti, kata Teuku, akan ada berbagai kegiatan lainnya bersama ACT Lampung termasuk pembuatan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) di beberapa sekolah dan dapur umum di Bakung.

Relawan program ACT Lampung, Fatulloh, mengatakan Bengkel Gizi sudah berjalan sejak awal September 2019. Hingga saat ini sudah terdata sekitar 100 balita yang rutin hadir dan mendapatkan makanan sehat dari beberapa mitra.

Harapannya dengan hadirnya Bengkel Gizi akan memudahkan penerima manfaat mendapatkan informasi kesehatan dan makanan bergizi.

“Warga sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Bengkel Gizi, semoga kedepan banyak mitra yang mau berkolaborasi untuk program Bengkel Gizi,” ungkap Fatulloh. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer