Bawaslu RI: Walikota Bandar Lampung Diduga Politisasi Bansos

Tim Redaksi

Lampung.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga terjadi politisasi bantuan sosial (Bansos) terkait Covid-19 oleh kepala daerah di beberapa daerah di Lampung, termasuk Kota Bandar Lampung.

Selain di Kota Bandar Lampung, politisasi Bansos menjelang Pilkada 2020 juga diduga dilakukan oleh kepala daerah di Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran, Way Kanan dan Lampung Selatan.

Hal itu diungkapkan anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. Menurutnya Salah satu modus yang digunakan adalah menempelkan gambar kepala daerah dalam kemasan Bansos.

Pihaknya menilai, tindakan kepala daerah tersebut tidak etis karena kegiatan kemanusiaan dalam menghadapi pandemi Covid-19 justru dimanfaatkan untuk kepentingan kontestasi Pilkada 2020.

“Ini tidak dibenarkan. Harusnya dalam membantu dengan atau atas nama kemanusiaan jangan sampai ada embel-embel (politik) terselubung di dalamnya,” kata dia, Rabu (13/5/2020) dikutip dari Republika.co.id.

Oleh karenanya, Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu itu mengingatkan kepala daerah dalam memberikan Bansos tidak disertai maksud dan tujuan tertentu, khususnya untuk kepentingan politik.

Dia juga menambahkan bahwa tidak ada perubahan tentang kewenangan Bawaslu yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pilkada.

“Jadi, seluruh hal yang berkaitan dengan tugas pengawasan dan penanganan pelanggaran, Bawaslu tetap mengacu pada UU 10 Tahun 2016,” tegasnya.

Senada, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga mengingatkan agar para pemimpin daerah tidak mempolitisasi Bansos. Menurutnya banyak ditemukan di daerah, pendistribusian Bansos sangat kental dengan nuansa politisasi.

“Para pemimpin seharusnya lebih sensitif terhadap hal ini. Semua seharusnya didasarkan pada semangat keikhlasan dan kebangsaan, perasaan senasib sepenanggungan,” ujarnya dipetik dari Detikcom. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer