Menu

Aplikasi LinkAja Sudah Tersedia di Play Store dan App Store

  Dibaca : 307 kali
Aplikasi LinkAja Sudah Tersedia di Play Store dan App Store
Pemberitahuan perubahan TCASH menjadi LinkAja | Foto: Ist.

Lampung.co – Gabungan bebera badan usaha milik negara (BUMN) akan membuat layanan financial technology (fintech) atau keuangan elektronik berbasis Quick Response (QR) code bernama LinkAja.

Seperti yang disampaikan Kementerian BUMN sebelumnya, layanan yang akan bernaung di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) ini untuk meramaikan pasar fintech di Indonesia.

Terpantau dari akun instagra resmi LinkAja Kamis (21/2/2019) kemarin, terdapat postingan foto berwarna merah yang bertuliskan ‘Udah siap ketemu sama aku yang baru? 1 hari lagi’.

Caption yang dituliskan dalam postingan tersebut memberitahukan soal tampilan baru dari LinkAja yang akan segera rilis.

“YEAY… 1 HARI LAGI!! Semakin dekat dengan tampilanku yang baru,” tulis akun tersebut.

Dalam Caption yang sama, akun itu juga mengajak netizen untuk menyalakan notifikasi agar mendapatkan pemberitahuan karena pihaknya akan memberikan kejutan menarik.

“Stay tune serta nyalain tombol notifikasi akun media sosial ini ya, karena akan ada banyak kejutan seru untuk kalian!,” tambahnya

Akun yang sebelumnya milik TCASH ini juga menyebutkan mulai tanggal 22 Februari 2019 pengguna TCASH baru bisa melakukan update LinkAja melalui Google Play Store (Android) dan App Store (IOS).

Pantauan Lampung.co, Jum’at (22/2/2019) pagi, aplikasi TCASH sudah melakukan update dan berubah menjadi LinkAja.

Saat membuka aplikasi TCASH, pengguna mendapatkan pemberitahuan atas perubahan ini dan diminta untuk mengupdate melalui Play Store atau App Store.

Selain T-cash milik Telkomsel, LinkAja juga akan menggabungkan produk Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI.

Namun untuk untuk pengguna E-Cash milik Bank Mandiri, UnikQU milik BNI dan T-Bank dari BRI akan dilakukan migrasi pada 1 Maret 2019.

Fintech ini disiapkan untuk menghadapi Go-Pay dan OVO yang tumbuh pesat kurang dari lima tahun dan membuat produk dompet digital BUMN kurang diminati masyarakat.

Dengan penggabungan ini diharapkan BUMN lebih bisa bersaing dengan OVO dan Go-Pay dan maksimal menggarap nasabah dan pelanggan Telkomsel.

“Kita gabung, agar bisa efisien. Jadi promosinya bisa bersama-sama dan tidak duplikasi,” ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo dikutip dari detikFinance.

Saat ini pelanggan T-Cash 30 juta pelanggan sementara pelanggan Telkomsel mencapai 200 juta orang. Bank BUMN juga rata-rata memiliki jumlah nasabah di atas 10 juta orang. (doy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional