Connect with us

Berita

Anggota DPRD Lampung Sebut Tim Hukum Gubernur Sia-sia dan Mubazir

Published

on

Gubernur Arinal Djunaidi

Lampung.co – Pembentukan Tim Hukum Baru yang digagas oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendapat respon negatif dari berbagai pihak, tak terkecuali DPRD Provinsi Lampung.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Watoni Noerdin menyebutkan bahwa rencana yang diambil oleh Gubernur Lampung di nilai merupakan hal yang sia–sia dan mubazir.

“Perekrutan Sepuluh Tim Ahli Baru akan membebani Keuangan Pemerintah,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Bidang Organisasi itu.

DRPD menilai, kata dia, harusnya Gubernur Lampung dapat mengoptimalkan Tenaga Ahli Hukum yang sudah ada dan Biro Hukum yang telah terbentuk.

Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi dapat melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum melakukan Perekrutan Tim Hukum Baru untuk Gubernur Lampung.

“Jangan sampai perekrutan ini berbau unsur politik,” tegasnya.

Diketahui, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam pemerintahannya meniadakan tenaga ahli sekitar 40 orang yang selama ini dianggap menjadi beban anggaran.

Sementara untuk membantu kerja Gubernur dalam menentukan kebijakannya yang memiliki pertimbangan dan atau telaah secara hukum, Arinal membentuk Tim Hukum Provinsi Lampung.

Kepala Biro Hukum Pemprov Lampung Zulfikar menyebut, sejumah praktisi hukum dalam Tim Hukum Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan Biro Hukum Setdaprov Lampung. (*)

13,604 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Ini Kronologis dan Dugaan Penyebab Mobil Sedan Terbakar di Tol Lampung

Published

on

Mobil Terbakar di Tol Lampung

Lampung.co – Sebuah pristiwa mobil terbakar terjadi di jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pada Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, mobil sedan Nissan Maxima warna putih itu terbakar Kilometer (Km) 44-45 Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kanit Laka Ipda Ilham Efendi mendampingi Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP Agustinus.

“Benar, kita bersama pihak tol berupaya memadamkan api dan evakuasi kendaraan,” kata dia dikutip dari Lampungpro.co, Jumat (6/12/2019) malam.

Pristiwa itu terjadi saat sedan yang dikendarai Rizki Novianto (24) tersebut melaju dari arah Pelabuhan Bakauheni hendak menuju pintu Tol Kotabaru.

Sesampainya di lokasi kejadian, kap mesin mobil yang ditumpangi warga Jakarta Timur itu tiba-tiba mengeluarkan asap hang diduga akibat korsleting pada aki (accu).

Ipda Ilham memastikan tidak ada korban jiwa dalam pristiwa naas tersebut, namun mobil sedan Nissan Maxima tersebut hangus Terbakar. (*)

361 kali dilihat, 361 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

PSK Umur 42 Tahun asal Metro Diamankan Polisi di Kota Agung

Published

on

Wanita Tunasusila

Lampung.co – Polsek Kota Agung mengamankan wanita tunasusila (WTS) atau sebutan lain PSK berusia 42 tahun berinisial SI warga Gang Tawis Kota Metro di kelurahan Baros, Kamis (5/12/19) sore.

Selain SI, petugas juga mengamankan WA (40) warga Pekon Gunung Meraksa Kecamatan Pulau Panggung dan dan NI (32) warga Pekon Soponyono, Wonosobo, Tanggamus.

Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto mengungkapkan, para PSK tersebut diamankan dalam razia Operasi Cempaka 2019.

“Mereka diamankan di salah satu rumah di wilayah Kelurahan Baros, Kota Agung saat Razia Operasi Cempaka, kemarin Kamis (5/12/19) sore,” kata AKP Muji.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan razia tersebut, pihaknya juga menyita belasan botol minuman keras (Miras) dari sejumlah warung. “Untuk miras hasil razia, berhasil diamankan 19 botol,” ungkapnya.

Menurutnya, razia tersebut bertujuan untuk monitoring cipta kondisi keamanan ketertiban masyarakat. Pengelola diminta berhenti beroperasi dan masyrakat dihimbau tidak menjual Miras. (*)

5,605 kali dilihat, 5,605 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Penopang Utama Ekonomi, Pertumbuhan Pertanian di Lampung Sangat Lambat

Published

on

Yeane Irmaningrum

Lampung.co – Pertanian menjadi sektor primer yang memberikan kontribusi terbesar dalam menopang struktur perekonomian Provinsi Lampung dari segi lapangan usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini menyumbang sebesar 30 persen dari seluruh struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada tahun 2018 lalu.

Bahkan masih terpaut jauh dari sektor industri pengolahan yang menduduki posisi nomor dua dengan kontribusi sebesar 19.44 persen dalam data di tahun yang sama.

Namun program pemerintah yang dialokasikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui lapangan usaha pertanian sepertinya masih sangat minim.

Hal itu terlihat dari data pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha dari sektor pertanian di Provinsi Lampung tahun 2018 yang sangat melambat, hanya sebesar 1.01 persen.

Bahkan angka tersebut menempati urutan terendah dari seluruh lapangan usaha yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.

Jika dilihat dari data tersebut, dengan kontribusi PDRB sebesar 30 persen, seharusnya Pemprov Lampung memprioritaskan anggaran untuk peningkatan produksi sektor pertanian.

Dengan begitu, dongkrakan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi. Hal ini juga tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan 1.5 juta masyarakat yang berprofesi sebagai petani di Lampung.

Seturut dengan ucapan Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum saat menutup acara Workshop Pemanfaatan Indikator Statistik untuk Wartawan di Aula BPS Lampung, Kamis (5/12/2019).

“Ironis jika pemerintah tidak menggunakan data dari BPS dalam melakukan perencanaan program,” kata dia.

Dari seluruh komponen yang ada, pertumbuhan ekonomi Lampung belum berpihak kepada masyarakat menengah kebawah dan manyoritas profesi masyarakat di Bumi Ruwa Jurai ini.

Katakanlah, Akomodasi dan Makan Minum yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 10.49 persen. Dampak langsung pertumbuhan sektor ini terhadap masyarakat tidak seluas pertanian.

Menurut Kepala Bidang Statistik Neraca Wilayah Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Nurul Andriana, pertumbuhan Akomodasi dan Makan Minum seiring dengan pertumbuhan pariwisata.

“Peningkatan jumlah hotel, franchise makanan dan kafe menjadi faktor yang menyebabkan pertumbuhan Akomodasi dan Makan Minum tertinggi,” paparnya dalam acara Workshop tersebut. (doy)

2,459 kali dilihat, 2,459 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca