Menu

ACT Respon Krisis Air di Uganda

  Dibaca : 249 kali
ACT Respon Krisis Air di Uganda
Foto Dokumentasi ACT

Lampung.co – Aksi Cepat Tanggap (ACT) respon persoalan yang tengah dihadapi Uganda. Sebuah negara yang lokasinya berada di sebelah Kenya, dan termasuk daerah yang terkungkung daratan Afrika Timur.

Akibat krisis air dan kekeringan itulah, Uganda tengah ditimpa masalah nasional yang bertubi-tubi, dari masalah kesehatan, tingginya angka putus sekolah di tingkat pendidikan dasar, kemiskinan, migrasi tak teratur.

Untuk itu, sumur komunitas dari Indonesia untuk Uganda pun dibangun. Melalui ACT bantuan berupa pembangunan sumur galian di Distrik Mbale dan Pallisa atas uluran tangan masyarakat Indonesia disalurkan.

Mengapa Distrik Mbale dan Pallisa yang dipilih? ACT memiliki alasan untuk keduanya, yakni, kedua distrik ini dipilih karena merupakan salah satu komunitas yang paling parah terkena krisis air di timur Uganda.

Bayangkan saja, setiap hari, setidaknya tiga kilometer mereka tempuh dengan berjalan kaki agar menemukan air yang layak konsumsi. Banyak anak yang putus sekolah karena harus membantu orangtuanya mencari air.

“Anak-anak saya tidak bisa pergi ke sekolah karena harus bergantian membantu di rumah dan berjalan kiloan meter mengambil air,” kata Ahmad, salah satu warga di Desa Namanyoni, Mbale, sebagaimana dikutip mitra ACT dan dilansir dari akun resmi act.id.

Tidak hanya anak sekolah, mereka yang ingin beribadah pun terganggu. Terdapat lima masjid di Distrik Mbale dan Pallisa, dan keduanya kekurangan air, menyulitkan jamaah yang ingin mengambil wudhu.

Padahal, mereka yang memiliki niat menunaikan salat berjamaah saja sudah sedikit, lantaran kebanyakan orang memprioritaskan mencari air dan menghabiskan waktunya hanya untuk menemukan sumber air.

Maka, sepanjang bulan Juli 2018, relawan ACT di Uganda sudah mulai melakukan pemboran lubang (drill) untuk menciptakan sumur yang kelak akan memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Sumur-sumur ini dibangun dekat dengan kelima masjid di Distrik Mbale dan Pallisa, demi memudahkan umat yang ingin beribadah kepada-Nya.

Tenaga kerja lokal dikerahkan; bergotong-royong, para lelaki bergantian menggali sumur, mencari mata air demi masa depan mereka kelak. Dukungan pun terlihat dari warga sekitar, yang ramai menonton proses penggalian itu.

Tak peduli dengan bising suara konstruksi atau terik matahari, penasaran seperti apa mata air yang akan menolong mereka kelak, mereka berdiri di bawah pohon-pohon pisang yang meranggas melawan musim panas.

“Insya Allah, total lima buah sumur akan selesai dalam waktu dua minggu. Mohon doakan agar proyek ini lancar selalu dan kami diberi keberkahan,” kata Andi Noor Faradiba, dari Global Humanity Response (GHR) ACT. (*/goy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional