Menu

ACT-MRI Lampung Siap Bantu Warga Terdampak Bencana di Pesisir Barat

  Dibaca : 215 kali
ACT-MRI Lampung Siap Bantu Warga Terdampak Bencana di Pesisir Barat
Bangunan rusak akibat longsor di Pesisir Barat | Foto: Ist.

Lampung.co – Dampak longsor yang terjadi di Kecamatan Lemong, Pesisir Barat hingga Minggu, 28 April 2019 sudah tercatat 6 orang menjadi korban tewas dan 2 luka-luka.

Kepala BPBD Pesisir Barat, Syaifullah menerangkan, keenam korban diantaranya adalah dua warga Pekon Balai Kencana dan empat warga Pekon Suka Mulya.

Sementara, lanjutnya, warga yang ditemukan selamat dan mengalami luka-luka atas nama Ishak (60) dan Suamah (57).

Menurut Syaifullah, saat ini pihaknya sedang menunggu data lengkap dari Peratin mengenai jumlah pasti korban, area terdampak dan kerusakan infrastruktur.

Longsor di Pedukuhan Atarlintik, Pekon Sukamulya terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Ada tiga titik longsor di wilayah tersebut.

“Longsor di Atarlintik merupakan lokasi terjauh dan untuk menuju ke sana harus melalui dua titik (longsor) lagi,” jelasnya.

Dilokasi lain seperti dilansir ACTNews, hampir di seluruh kota dan kabupaten yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Bengkulu terendam banjir sejak Jumat (26/04) malam.

Banjir berasal dari luapan sungai maupun anak sungai yang mengalir menuju muara di laut Samudra Hindia, sebelah barat Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan pantauan relawan ACT-MRI Kota Bengkulu, Apra Julianda Poetra, kondisi banjir terparah melanda Kota Bengkulu.

Selain itu juga Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Benteng, dan Kabupaten Kepahiang.

Khusus untuk Kota Bengkulu, genangan air terjadi di enam desa sekaligus yang terletak di kecamatan berbeda.

Sejumlah desa tersebut antara lain Desa Tanjung Jaya, Desa Tanjung Agung, Desa Bentiring, Desa Rawa Makmur, Desa Korpri, dan Desa Sawah Lebar.

Luasnya wilayah yang terendam banjir membuat warga terpaksa meninggalkan rumah dan mendirikan tenda-tenda pengungsian seadanya di wilayah yang lebih tinggi.

Apra menerangkan, MRI-ACT Bengkulu sendiri telah mendirikan Posko Kemanusiaan ACT sekaligus Dapur Umum di wilayah tersebut.

Banjir yang merendam sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu diperkirakan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut.

Akibatnya, sejumlah jalur transportasi terputus, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan dan Lampung.

Menanggapi hal tersebut, ACT-MRI Lampung siap menyalurkan bantuan kemanusiaan ke perbatasan Lampung-Bengkulu, tepatnya diwilayah Lemong yang terkena dampak longsor.

Hingga saat ini, tim ACT masih terus menggalang bantuan berupa barang dan uang tunai untuk langsung disalurkan dalam bentuk paket sembako dan kebutuhan lainya.

Kepala Cabang ACT Lampung, Dian Eka menghimbau masyarakat Lampung untuk tak berhenti berbagi dan peduli.

Menurutnya Posko Bantuan di Jl. Jendral Sudirman No. 73E Pahoman Bandar Lampung siap menampung bantuan barang.

Namun dirinya tetap wanti-wanti untuk menyalurkan bantuan barang baru, bukan barang layak pakai mengingat warga terdampak harus mendapatkan bantuan terbaik.

“Tim sedang berupaya mengumpulkan bantuan dari masyarakat, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera disalurkan ke warga terdampak di Pesisir Barat,” pungkasnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional