Menu

ACT Adakan Lomba Journalism For Humanity Award 2018

  Dibaca : 527 kali
ACT Adakan Lomba Journalism For Humanity Award 2018
Branch Manager ACT Lampung, Yungki Pramono (berdiri) | Foto: Yoga Pratama/Lampung.co

Lampung.co – Kantor Pusat Aksi Cepat Tanggap (ACT) adakan lomba Journalism for Humanity Award 2018. Lomba yang diperuntukan bagi insan jurnalis media cetak, online, dan televisi serta kontributor artikel di media massa, baik melalui rubrik artikel, opini, atau netizen jurnalism ini akan merebutkan total hadiah Rp300 juta.

Sementara, periode lomba berlangsung dari 10 Mei – 21 Juni 2018. Peserta lomba sendiri akan digolongkan menjadi dua, yakni, wartawan tulis (cetak dan online), wartawan foto (cetak dan online), wartawan televisi, penulis artikel/opini di media, institusi media.

Selanjutnya, kategori lainnya adalah kategori lomba, kategori cetak, kategori online, kategori televisi, kategori foto, kategori penulis artikel/opini, kategori pemberitaan media terbanyak.

Di Lampung sendiri, informasi tersebut disampaikan perwakilan ACT di Lampung. Yungki Pramono selaku Branch Manager ACT Lampung menjelaskan, selain peserta lomba yang telah dijelaskan di atas, perlu diketahui, untuk syarat dan ketentuan lomba Journalism for Humanity Award 2018 ini.

Syarat dan ketentuannya, disampaikan Yungki, tiap media wartawannya diperkenankan ikut lebih dari satu orang. Lalu, memasukan keyword ACT, berita bukan penggabungan dengan lembaga kemanusiaan lainnya, merupakan hasil karya yang diterbitkan pada periode 10 Mei hingga 21 Juni 2018.

Selanjutnya, Yungki menerangkan, berita bisa berupa wawancara, feature news, straight news, galeri foto, video, artikel baik yang diproduksi sendiri maupun mengutip release/berita website ACT.

“Naskah diserahkan paling lambat 25 Juni 2018, dan pemenang diumumkan awal Juli 2018. Total hadiah yang akan diberikan lebih dari Rp300 juta,” terangnya.

Adapun syarat administratif yang harus dilampirkan, kata Yungkin, peserta harus melampirkan KTP, Kartu Press, dan bukti berita yang tayang. Selain itu, khusus peserta penulisan artikel cukup KTP dan bukti penjualan artikel di media.

“Untuk video atau jurnalis televisi menyerahkan kopo tayangan yang disertakan dengan data penyebutan program waktu tayang, dan jumlah karakter karya tulis jurnalistik tidak dibatasi,” tuturnya.

Terkait hal lainnya, Yungki mengatakan, penilaian atas hasil karya jurnalistik yang akan dinilai adalah durasi berita untuk televisi, jam tayang (tv) narasumber makin beragam makin bagus (tv, cetak, online), human interest (tv, cetak, online, foto), letak berita (cetak), ukuran besar kecilnya berita (cetak), berita program/kegiatan ACT bobotnya lebih tinggi (tv, cetak, online, foto), berita dilengkapi foto bobot nilai lebih tinggi daripada tanpa foto (cetak, online).

“Semua naskah yang lulus seleksi administratif sudah otomatis mendapat point. Sedangkan item yang saya sebutkan tadi merupakan point penambah agar bobot nilai lebih tinggi,” terangnya,

Diketahui ACT mengadakan lomba karya jurnalistik ini dalam rangka memberikan apresiasi kepada media-media yang memiliki tingkat awwarenes tinggi atas kegiatan kemanusiaan lembaga ACT.

“Adapun kegiatan ini diberi tema Membangun Spirit Kemanusiaan Melalui Sodaqoh Karya Jurnalistik,” tandasnya. (goy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional