8 Tahun Ditahan Israel, Jutaan Paket dan Surat Dikirim ke Pelasetina

Tim Redaksi

Lampung.co – Ada sekitar 10 ton, dari jutaan paket dan surat yang membanjiri Kantor Pos Kota Jericho. Ternyata, paket itu selama ini, kurang lebih 8 tahun tertahan di Yordania.

Menurut informasi, kiriman tersebut memang sengaja dicegah oleh Pemerintah Israel memasuki wilayah Palestina di Tepi Barat sejak 2010 lalu.

Sampai saat ini, jutaan paket dan surat itu dikirim, membuat pusat pemilahan kantor pos di Kota Jericho, Tepi Barat kelebihan muatan.

Paket-paket tersebut di antaranya adalah mulai dari surat-surat hingga obat-obatan. Bahkan ada paket kursi roda untuk orang cacat.

Dilansir dari berbagai sumber, Menteri Telekomunikasi Palestina, Allam Mousa, menyangka, bahwa paket-paket tersebut tak sampai tujuan karena ulah otoritas Israel.

Israel menurutnya, telah menahan pengiriman paket di Yordania dan menunda penerapan kesepakatan jasa pos yang telah dicapai setahun lalu.

Ramadan Ghazawi, pejabat di pusat pemilahan di Jericho mengatakan, pihaknya memahami beberapa paket telah ditahan karena alasan keamanan sementara yang lainnya dilarang di wilayah admninistratif.

“Beberapa hari lalu Israel mengizinkan masuknya lebih dari 10 ton paket pos yang selama ini tertahan di Yordania,” katanya kepada AFP yang dikutip, Sabtu (18/8/2018).

Menurut Ghazawi, dibutuhkan waktu dua pekan untuk dapat memilah seluruh paket dan mengirimkannya kepada penerima.

Selain itu, Otoritas Israel juga telah mengkonfirmasi bahwa paket-paket telah dikirim dan mengatakan kesepakatan sedang dikerjakan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pengiriman surat dan paket itu diatur oleh Koordinator Aktivitas Pemerintah dalam Wilayah (COGAT), badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas koordinasi sipil di wilayah Palestina.

Langkah pelepasan surat dan paket tersebut diambil sebagai bagian membangun kepercayaan setelah dicapai kesepakatan pengiriman barang pos dengan otoritas Palestina sekitar setahun lalu.

“Kesepakatan belum diberlakukan untuk pengiriman di waktu mendatang dan sementara hanya memungkinkan pengiriman satu kali sebanyak sekitar 10 ton surat yang telah tertahan di Yordania,” katanya dalam pernyataannya.

Diketahui, Israel mengendalikan semua jalur keluar masuk ke wilayah Palestina di Tepi Barat, termasuk dapat mencegah barang-barang yang masuk.

Pihak otoritas Palestina mengatakan, kontrol tersebut telah melumpuhkan perekonomian serta merengut kebebasan bergerak warga Palestina. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer