Menu

31 Pekerja Pembangunan Jalan Nduga Papua Dibunuh KKB, Ini Dugaannya

  Dibaca : 207 kali
31 Pekerja Pembangunan Jalan Nduga Papua Dibunuh KKB, Ini Dugaannya
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka | Ist

Lampung.co – Minggu (2/12/2018) lalu telah terjadi pembunuhan yang sangat sadis yang kepada 31 pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Dugaan sementara, pembunuhan terhadap pekerja milik BUMN PT Istaka Karya ini dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua.

31 pekerja tersebut di lokasi kejadian tengah bekerja membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah itu. Namun, sampai saat ini jenazahnya belum bisa diambil.

Lokasi yang sedang dibangun tersebut jauh dari ibukota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya yang terdekat dari wilayah pembangunan jembatan.

Dugaan awal, berdasarkan informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja dibunuh karena diduga mengambi foto perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka KKB yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat salah satu pekerja mengambil foto dan diketahui kelompok KKB sehingga membuat marah dan mencari orang yang mengambil foto, dan akhirnya berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba. Dikatakannya, kalau salah satu pekerja mengambil foto pada saat kelompok ini melakukan upacara.

“Ya. Saya terima informasinya seperti itu,” akunya dilansir dari kompas.com.

“Kalau kelompok KKB ada melakukan upacara dan salah satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp,” tambahnya.

Alur kejadian pembunan tersebut sebagai berikut, 24 orang dibunuh di kamp. Lalu ada 8 orang yang sebelumnya berhasil menyelamatkan diri ke salah satu rumah keluarga anggota DPRD setempat.

Kini informasinya 7 orang di antara mereka juga sudah meninggal dunia dan 1 orang berhasil melarikan diri.

Sementara dugaan terbaru disampaikan Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi. Diungkapkannya, pembunuhan dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

Adapun mereka memiliki senjata api ilegal.

“Ya senjata api. Kita punya data bahwa mereka memang memiliki senjata api. Jumlahnya secara pasti kita belum tahu. Itu yang belum kita dapatkan informasi berapa kekuatannya dan senjatanya apa saja,” terangnya.

“Hanya data awal saja, bahwa emang ada di antara mereka itu membawa atau ada kepemilikan senjata secara ilegal,” tambah Aidi di Jakarta, Rabu (4/12/2018) dilansir dari Merdeka.com.

Dari data intelijen senjata yang dimiliki kelompok tersebut, ada yang berasal dari rampasan TNI-Polri dan ada yang diduga berasal dari luar negeri.

Menurutnya, senjata yang digunakan adalah senjata standar militer dan jumlahnya puluhan.

“Kan standar militer, standar NATO. Sebagian senjata api itu diambil dari hasil rampasan terhadap TNI-Polri di pos-pos,” kata dia.

“Sebagian juga yang selama ini berhasil kita sita, senjatanya ada saat kontak tembak, ada yang indeks TNI, Polri, ada juga yang bukan indeks TNI-Polri. Artinya berasal dari luar,” ungkapnya lagi.

Meski demikian, TNI tak bisa memastikan asal senjata yang berasal dari luar. Hanya diketahui asal pabrikan saja.

“Asal dari senjata ini kita tidak bisa pastikan dari negara mana, dari daerah mana datangnya. Kalau pabrikannya kita ketahui,” akunya.

Misalnya, kata dia, beberapa pabrik senjata di dunia misalnya ada dibuat dari Prancis, Amerika, Rusia, termasuk buatan Pindad.

“Tidak semua negara memiliki produksi senjata, tapi semua negara memiliki angkatan bersenjata. Jadi bisa dari mana saja itu senjata-senjata itu,” tandas Aidi. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional