Menu

Masyarakat Enggan Memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang, Kenapa?

  Dibaca : 351 kali
Masyarakat Enggan Memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang, Kenapa?
Salah satu penyeberang jalan yang enggan melalui JPO. Lampung.co/Dhebi

Lampung.co – Pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Bandar Lampung semakin pesat, ditambah lagi dengan semakin maraknya jasa transportasi online yang semakin meramaikan jalan-jalan di kota ber-icon gajah ini.

Pembenahan infrastruktur di kota ini juga gencar ditingkatkan pemerintah setempat, seperti ahir-ahir ini pembangunan flyover. Namun seiring adanya banyak pembangunan yang diprogramkan pemerintah yang telah teralisasi ada satu hal yang masih kerap menjadi persoalan, yakni infrastruktur yang telah ada masih dipertanyakan keoptimalan fungsinya, baik disebabkan kualitas bangunan maupun kurangnya kesadaran masyarakat.

Salag satunya jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan pusat perbelanjaan Ramayana yang seharusnya difungsikan untuk mengurangi tingkat kecelakaan serta memberi rasa aman dan kemudahan untuk masyarakat dalam memyeberangi padatnya lalu lintas yang ada, kini nampaknya kurang difungsikan dengan semestinya. Ditambah kondisi jembatan yang sudah mulai rapuh dan kotor menjadi alasan utama penyebrang untuk enggan menggunakan JPO serta memilih untuk menyampingkan keselamatan diri karena memilih menyebrang melewati kerumunan kendaraan yang lalu lalang.

“Jauh mba kalau mau lewat atas (JPO, Red) mending lewat bawah lebih cepat dan kadang lewat jembatan juga ngeri besinya udah banyak yang kropos,” ungkap salah satu penyeberang kepada reporter Lampung.co.

Hal ini harus menjadi perhatian Dinas PU maupun pemerintah dalam memperbaiki kota yang berjuluk kota gajah ini agar menciptakan rasa aman dan nyaman dalam berjalan kaki. (Dhebi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional