fbpx
Connect with us

Opini

Antara Nilai Pancasila dan Tindakan Korupsi dalam Dunia Pendidikan

Masalah yang diperbuat oleh Rektor Unila Nonaktif tidaklah mencerminkan perilaku warga negara yang baik, dimana perilakunya sangat bertolak belakang dengan prinsip yang tercermin dalam butir-butir pengamalan Pancasila.

 732 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Published

on

Karomani
Rektor Unila Non Aktif Karomani | Foto: Ist.

Lampung.co – Indonesia adalah negara yang merdeka dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan seharinya. Selain negara yang merdeka, Indonesia memiliki keberagaman budaya dan bahasa yang membuat Indonesia dikenal oleh bangsa asing sehingga banyak warga asing datang ke Indonesia untuk menikmati wisata alam yang ada.

Dengan adanya keberagaman budaya, Indonesia memiliki bahasa yang beragam dan dimiliki oleh setiap daerah masing-masing. Namun, Indonesia juga memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, dengan banyak perbedaan tidak membuat negara ini terpecah belah.

Namun, di dunia yang sekarang sudah sangat modern ini membuat sedikit pergeseran terhadap kebudayaan Indonesia yang mempengaruhi moral dan perilaku warga negaranya. Saat ini, apa yang kita butuhkan, bisa dengan mudah untuk kita dapatkan. Salah satunya pekerjaan, walaupun tidak bisa bekerja secara langsung di tempat, dengan adanya handphone yang semakin canggih dapat membantu kita melakukan pekerjaan secara online.

Di sisi lain, kita sebagai warga negara sering kali salah menggunakannya kemajuan teknologi untuk melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan. Permasalahan yang sering terjadi dalam masalah pekerjaan adalah kita bisa gelap mata terhadap uang, kita berfikir dengan uang kita bisa melakukan segalanya. Masalah yang sering terjadi adalah tindakan korupsi yang bisa melupakan semuanya, terutama orang sekitar kita yang mungkin lebih membutuhkan.

Tindakan korupsi yang terjadi akibat dari gelap mata akan uang itu sudah merambah ke dunia pendidikan. Rektor sebuah Universitas di Lampung ditangkap akibat dari tindakan korupsinya tersebut. Berdasarkan berita yang sudah saya baca di media yang beredar, Rektor Universitas Lampung (Unila) Nonaktif Prof. Dr. Karomani menerima uang suap mencapai miliyaran rupiah.

Terkait kasus tersebut, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak pemerintah menghapus penerimaan jalur mandiri di Universitas Lampung karena seleksi jalur mandiri sangat rawan terjadi praktik suap.

Dalam buku Pendidikan Pancasila yang dikarang oleh Margono, dkk dengan tahun terbit 2000 dan penerbitnya Universitas Negeri Malang. Pancasila adalah dasar negara yang dimana memiliki makna Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi-Kerakyatan, dan Keadilan.

Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah semestinya menjunjung nilai-nilai Pancasila dengan baik, karena dengan kita menerapkan nilai Pancasila dengan baik itu akan mempengaruhi tingkah laku kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik juga.

Negara terdiri dari individu dan kemerdekaan adalah negara Individu juga. Negara merdeka juga harus menentukan nasibnya sendiri dengan cara yang benar. Individu mengetahui segala kebutuhannya sendiri dengan syarat tidak berlebihan dan merugikan orang lain.

Negara yang merdeka adalah negara yang menerapkan ekonomi bebas, produksi bebas, perdagangan bebas, hukum kodrat. Berdasarkan Teori Adam Smith, apabila setiap individu mendapatkan kebebasan untuk meningkatkan perekonomiannya, maka akan tercipta pula kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Masalah yang diperbuat oleh Rektor Unila Nonaktif tidaklah mencerminkan perilaku warga negara yang baik, dimana perilakunya sangat bertolak belakang dengan prinsip yang tercermin dalam butir-butir pengamalan Pancasila.

Dengan adanya teori Adam Smith juga, mungkin masalah ini sudah berkaitan yang dimana setiap manusia dapat meningkatkan perekonomiannya secara bebas, tetapi cara yang dilakukan salah karena dapat merugikan masyarakat yang terlibat seperti calon mahasiswa Unila dan mahasiswa lainnya yang terkena imbas akibat perilaku tersebut.

Solusi yang bisa dilakukan dan adil, mau tidak mau seleksi mandiri di Unila harus dihapuskan untuk mencegah suap yang terjadi lagi saat penerimaan mahasisa/mahasiswi baru. Beberapa calon yang mendaftar mungkin bisa mengikuti seleksi SNMPTN, SBMPTN, BEASISWA, dan lain-lain. Selain penghapusan, Rektor Unila bisa diberikan hukuman dan sanksi sesuai hukum yang ada.

Maka dari itu, kita warga negara yang baik, sudah semestinya bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik juga. Saat ini kita tidak bisa hidup sendiri, kita semua membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Jadi, jika kita ingin orang lain memberikan perilaku yang baik maka kita harus memberikan perilaku yang baik juga agar sama-sama bisa memberikan nilai yang positif.

Oleh: Inggi Stefani,
Mahasiswi Sekolah Tinggi Teologi Yestoya Malang

*Artikel Lampung.co ini merupakan kiriman dari pembaca. Isi sepenuhnya tanggung jawab penulis sesuai pasal sanggahan yang telah kami buat.

 733 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Banyak Dibaca