Hari Pahlawan: Pemuda Jangan Mau Dijajah Hoax

Tim Redaksi

Lampung.co – “Tabik….” selamat pagi. Tepat pada hari ini, Jumat (10/11). Waktu di mana menjadi sebuah momentum peringatan hari pahlawan. Lalu, bagaimana langkah pemuda untuk memperingatinya selain upacara?

Saya jadi ingat beberapa kejadian yang melanda negeri ini, yang menjadi miris pada akhirnya masyarakat saling adu domba. Pemuda dan masyarakat luas di negeri ini pada dasarnya masih terjajah. Terjajah hoax atau ketidakbenaran informasi. Tapi tidak bisa menelaah dengan baik. Justru malah menjadi provokator sebab ketidaksukaan.

Coba kita runut sejarah, kenapa ada Peringatan Hari Pahlawan yang dirayakan pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia. Ini karena pada tanggal 10 November untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, lalu di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Tapi apakah saat ini negara sudah seutuhnya merdeka dari para penjajah. Saya kira belum. Sebab apa, negara kita, khususnya pemuda yang menjadi garda terdepan pembangunan bangsa masih suka konsumsi berita palsu.

Ya, pada akhirnya bencana hoax adalah penjajah di negeri kita tercinta ini. Bagaimana informasi pemberitaan palsu, yang jelas-jelas infomrasi tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya, ini adalah bencana terbesar yang dihadapi para pemuda. Karena tak sedikit pemuda termakan ilmu semu tersebut.

Saya jadi ingat disetiap ajang Pilkada, bagaimana cara calon kepala daerah ingin menang dengan segala cara, termasuk sabotase kata menjadi pembendaharaan kalimat yang menimbulkan hoax. Semua dirancang untuk menang. Tapi sayang pembelajaran yang baik tidak bisa kita dapatkan dari ajang 5 tahunan tersebut.

Saya pun masih ingat dikatakan kafir ketika saya menganalisa masing-masing calon dengan treck record dalam memimpin, sebab apa, ada satu hal perbedaan yang saya analisa, selain itu ada sebuah blog atau website yang judulnya menyeramkan lantas dishare tanpa dibaca terlebih dahulu. Semacam hoax yang sedang menjadi dalil membenarkan tanpa ditelaah dan dicerna. Lantas teman saya yang sama-sama muda menjust saya sebagai seorang pengikut mereka yang juga kafir. Apakah kafir itu urusan manusia dalam hal penyampaian? Hingga sekarang saya pun masih berpikir kalimat tersebut yang mudah diucapkan.

Pada akhirnya riwayat kemerdekaan pun dipertanyakan, karena pola berpikir yang tidak merdeka. Terlebih pemuda. Seharusnya merekalah yang menjadi pereda. Bukan memperlebar bencana dengan cara membenarkan berita yang tidak benar, dan mentidakbenarkan berita yang benar.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh pemuda? Seharusnya pemuda berada di setiap barisan untuk menangkal hoax, menginformasikan yang benar, meniadakan kepentingan pribadi dan golongan untuk kepentingan bangsa dalam maju bersama. Sumbangsih pemikiran pemuda juga dibutuhkan, bukan untuk mengolok, atau mencibir, tapi solutif yang disampaikan agar bisa ditelaah apakah solusi tersebut bisa diterapkan.

Dengan tulisan ini pun saya mengajak, kepada seluruh pemuda, ayo merdeka dari hoax, jangan mau dijajah hoax, jangan mau diadu domba hoax, ingat para pahlawan yang telah mendahului kita, yang telah merebut bangsa ini dari penjajah dengan darahnya, kita hanya diminta utuh menjadikan negara satu, negara pancasila, negara yang adil dan makmur, Bhineka Tunggal Ika.

Selamat Hari Pahlawan, ayo Merdeka dari Hoax!!!

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer